PALEMBANG — Dinas Kesehatan Sumatera Selatan melaporkan tren kasus campak mulai melandai setelah sempat mengalami peningkatan pada Januari hingga April 2026. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa Ogatiyah menyebut penurunan ini merupakan hasil kerja sama petugas kesehatan, kader posyandu, dan partisipasi aktif masyarakat.
Dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, Palembang menjadi penyumbang kasus terbesar dengan 442 kasus positif dari 1.495 suspek. Disusul Kota Prabumulih dengan 57 kasus positif dari 195 suspek, serta Musi Rawas yang mencatat 54 kasus positif dari 140 suspek.
Muara Enim dan Ogan Ilir masing-masing melaporkan 39 kasus positif. Sementara itu, Musi Rawas Utara mencatat 34 kasus positif dari 67 suspek, Musi Banyuasin 33 kasus dari 100 suspek, Lubuklinggau 31 kasus dari 74 suspek, dan Banyuasin 29 kasus dari 222 suspek.
“Hanya Pagar Alam, OKU Timur, dan OKU Selatan yang nihil kasus campak positif,” jelas Ira.
Dinkes Sumsel terus menggencarkan program imunisasi lengkap, khususnya vaksin MR atau Campak-Rubella, yang diberikan sejak anak berusia sembilan bulan sesuai jadwal. Masyarakat yang anaknya belum mendapatkan imunisasi diminta segera mendatangi puskesmas, posyandu, atau fasilitas kesehatan terdekat.
“Layanan imunisasi susulan masih tersedia secara gratis,” kata Ira menambahkan. Langkah ini diambil untuk menekan potensi peningkatan kasus di masa mendatang, terutama di daerah dengan cakupan imunisasi rendah.