Gagal Teknis VAR Tahan Publikasi Bukti Offside, Penalti Kontroversial Warnai Imbang Qatar vs Swiss

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 10:23:31 WIB
Teknologi VAR mengalami gangguan teknis saat memproses keputusan offside dalam laga Qatar vs Swiss.

SULAWESI SELATAN — Laga Grup B Piala Dunia 2026 yang berakhir imbang 1-1 di Santa Clara, Sabtu (waktu setempat), seharusnya menjadi panggung bagi teknologi offside semi-otomatis yang dipuji-puji FIFA. Namun, justru sebaliknya terjadi. Ketika wasit menunjuk titik putih setelah kiper Qatar Mahmoud Abunada menjatuhkan Remo Freuler, penonton di stadion dan pemirsa di rumah dibiarkan bertanya-tanya: apakah Freuler benar-benar onside?

Empat Jam Menunggu, Dua Gambar Garis yang Tak Meyakinkan

FIFA baru angkat bicara setelah jeda panjang yang memicu spekulasi. Dalam pernyataan resmi, badan sepak bola dunia itu mengaku "gangguan teknis singkat" mencegah sistem menghasilkan grafik animasi avatar pemain yang biasanya langsung ditayangkan. Sebagai gantinya, FIFA merilis dua gambar garis VAR konvensional yang dinilai banyak pihak tidak meyakinkan.

"Alur kerja VAR tidak terpengaruh oleh masalah ini dan mengikuti prosedur normal dalam memeriksa keputusan di lapangan," bunyi pernyataan FIFA. "Garis yang digunakan VAR untuk memeriksa posisi pemain relevan tidak menunjukkan pemain penyerang dalam posisi offside."

Gary Neville: 'Ini Kediktatoran, Tunjukkan Buktinya!'

Komentator ITV dan legenda Manchester United, Gary Neville, menjadi salah satu pengkritik paling vokal. Sebelum pernyataan FIFA dirilis, Neville sudah menyuarakan kecurigaannya. "Kami semua di sini berpikir itu offside. Semua orang di rumah juga berpikir begitu. FIFA adalah penyiar tuan rumah dan mereka punya keputusan semi-otomatis yang bisa mereka tunjukkan," ujarnya.

"Ini seperti kediktatoran. Gagasan bahwa mereka menyimpan bukti ini secara internal dan tidak menunjukkannya kepada penggemar negara yang bermain di turnamen benar-benar konyol. Buktikan kepada kami bahwa itu offside! Tunjukkan segera. Kenapa tidak ada transparansi?" tegas Neville.

Kontras dengan Pertandingan Lain, Kecepatan Teknologi Justru Jadi Boomerang

Ironisnya, FIFA justru cepat menayangkan animasi avatar untuk keputusan offside di laga-laga lain. Pada Jumat, animasi semi-otomatis langsung muncul saat Tani Oluwaseyi (Kanada) dianggap offside sebelum dijatuhkan kiper Bosnia. Hal serupa terjadi pada gol Ismael Saibari (Maroko) ke gawang Brasil di hari yang sama, meski keputusan offside-nya tidak dipertanyakan.

Masalahnya, keputusan offside Freuler sangat tipis—diduga berada di bawah batas toleransi 10 cm sistem. Dalam situasi seperti ini, teknologi kerap gagal karena faktor kepadatan pemain atau gangguan fisik seperti confetti di lapangan. Jika sistem canggih macet, VAR seharusnya bisa kembali ke metode garis manual dan publik berhak melihat buktinya. Namun, hingga berita ini ditulis, FIFA belum juga memberikan bukti visual yang memuaskan.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: bbc.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top