MAKASSAR — Kepulangan jamaah haji kloter 16 Debarkasi Makassar menjadi perhatian karena rentang usia pesertanya yang lebar. Anggi Ratu Lestari, yang masih duduk di bangku SMP, dan Bakkareng Dg Mannu, yang usianya nyaris satu abad, sama-sama warga Takalar yang menunaikan ibadah haji tahun ini.
Kabupaten Takalar mengirimkan jamaah termuda dan tertua dalam kloter ini. Anggi Ratu Lestari baru berusia 13 tahun, sementara Bakkareng Dg Mannu berusia 95 tahun. Keduanya tergabung dalam kloter 16 yang tiba di Bandara Sultan Hasanuddin pada Senin lalu.
Kehadiran jamaah dengan usia ekstrem ini menandai keberagaman kondisi fisik peserta haji asal Sulawesi Selatan. Pihak Debarkasi Makassar menyatakan seluruh jamaah dalam kondisi sehat setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di bandara.
Selain Takalar, jamaah kloter 16 juga berasal dari tiga daerah lain di Sulsel. Mereka terdiri dari warga Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kota Makassar. Total 393 jamaah yang tergabung dalam kloter ini telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Proses pemulangan jamaah berlangsung lancar dengan pengawalan ketat petugas. Setelah tiba, para jamaah diarahkan menuju area transit untuk pengambilan bagasi dan pemeriksaan akhir sebelum dijemput keluarga masing-masing.
Keberhasilan jamaah termuda dan tertua menunaikan haji tahun ini menjadi catatan tersendiri bagi Kementerian Agama Sulsel. Anggi Ratu Lestari, misalnya, harus menunggu giliran keberangkatan meski usianya masih sangat muda. Sistem antrean haji Indonesia yang berbasis kuota dan usia membuat setiap warga negara berhak mendaftar sejak dini.
Sementara itu, Bakkareng Dg Mannu membuktikan bahwa usia lanjut bukan halangan untuk menunaikan rukun Islam kelima. Jamaah berusia 95 tahun itu menjalani prosesi haji dengan pendampingan petugas khusus selama di Tanah Suci.
Debarkasi Makassar masih akan menerima kedatangan kloter-kloter berikutnya dalam beberapa pekan ke depan. Total jamaah haji asal Sulsel yang diberangkatkan tahun ini mencapai ribuan orang, tersebar dalam puluhan kloter.
Pihak bandara dan petugas haji terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran arus kedatangan. Setiap kloter yang tiba langsung menjalani prosedur kesehatan dan administrasi sebelum diizinkan meninggalkan bandara.