Kebakaran di Data Center Mitra Google Cloud India Ganggu Lalu Lintas Jaringan Selama Seminggu, Perbaikan Masih Berlangsung

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Senin, 15 Juni 2026 | 12:30:01 WIB
Kebakaran di data center mitra Google Cloud di India menyebabkan gangguan lalu lintas jaringan selama satu minggu.

Menurut halaman status resmi Google, kebakaran terjadi di fasilitas pusat data milik pihak ketiga. Insiden ini memicu pemadaman listrik darurat yang memutus peralatan jaringan, mengisolasi POP non-komputasi di Delhi. Konsekuensinya, kapasitas jaringan di area metropolitannya berkurang drastis.

Google menyatakan lalu lintas jaringan yang menuju Google Cloud dari kota-kota besar India mengalami "periode intermiten dengan latensi tinggi dan kemungkinan kehilangan paket." Perusahaan telah menerapkan mitigasi lalu lintas yang disebutkan mulai memperbaiki performa bagi sebagian pelanggan Cloud.

Upaya Pemulihan: Penambahan Kapasitas di Delhi dan Chennai

Raksasa iklan dan cloud itu saat ini tengah mengatur kapasitas peering tambahan. Mereka berjanji akan "menambah kapasitas backbone Delhi" dan berharap bisa memberikan kabar lebih baik pada Senin (16/6). Di Chennai, Google juga bekerja meningkatkan kapasitas peering regional untuk membantu ISP besar India, dengan target rampung pada Rabu, 17 Juni.

Namun, Google memperingatkan bahwa pelanggan mungkin masih mengalami latensi yang sedikit meningkat dan routing jaringan yang tidak optimal hingga fasilitas yang terdampak benar-benar pulih sepenuhnya. Belum ada timeline pasti kapan kondisi normal akan kembali.

Kabar Baik dari Jepang: Roket H3 Sukses Terbang dengan Konfigurasi Baru

Di tengah berita kurang menggembirakan dari India, Jepang mencatat prestasi. Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) sukses meluncurkan roket H3 pada 12 Juni lalu. Keberhasilan ini menjadi angin segar setelah dua misi sebelumnya gagal.

Yang membuat pencapaian ini terasa lebih manis, H3 yang digunakan dalam misi ini menggunakan sepasang pendorong luar – konfigurasi pertama kalinya digunakan oleh badan antariksa tersebut. Roket itu berhasil menempatkan enam satelit ke orbit.

Rekor Ekspor Teknologi Korea Selatan: Bukan Cuma Karena AI

Kementerian Sains dan IT Korea Selatan mengumumkan rekor baru. Ekspor produk TI pada Mei 2025 mencapai 47,8 miliar dolar AS, melonjak 128 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini tidak hanya didorong oleh AI.

Ekspor semikonduktor melesat 162,9 persen secara tahunan, jelas terdongkrak oleh demam AI. Namun, ekspor ponsel juga tumbuh 15,9 persen, sementara kategori "komputer dan periferal" mencatat pertumbuhan 259,6 persen. Kementerian mencatat permintaan OLED untuk ponsel baru dan penjualan laptop yang kuat turut mendongkrak sektor display. Impor teknologi Korea Selatan juga naik 36 persen menjadi 15,7 miliar dolar, namun surplus perdagangan tetap mencapai rekor 32 miliar dolar.

Zoho Bikin Server Sendiri demi Efisiensi Biaya Inferensi AI

Raksasa SaaS India, Zoho, memperkenalkan server kustom bernama "Nathu La". Server ini dirancang untuk menekan biaya operasional platform mereka. Filosofi desainnya berakar pada Open Compute Project (OCP), dengan fokus pada modularitas, efisiensi termal, dan kemudahan perawatan.

Server ini menggunakan prosesor Intel Xeon 6 dan dirancang dengan bantuan Intel, namun Zoho menegaskan "semua kekayaan intelektual dimiliki di India." Perusahaan mengklaim server ini akan menurunkan biaya inferensi AI secara signifikan, meskipun tidak merinci metodologi perbandingan kinerjanya.

NTT Data Tunjuk CFO Jadi Bos Baru

Raksasa teknologi Jepang, NTT Data, memiliki presiden dan CEO baru. Kazuhiko Nakayama, yang sebelumnya menjabat sebagai chief financial officer, resmi mengisi posisi tersebut pekan lalu. Ia menggantikan Yutaka Sasaki yang kini menjadi senior executive vice president.

Nakayama, yang telah berkarier di NTT Data sejak 1989, menyatakan pengalamannya bekerja sama dengan Sasaki dalam tiga tahun terakhir telah memperkuat keyakinannya pada kekuatan perusahaan. "Saya merasakan dedikasi yang mendalam, kemungkinan, dan kegembiraan," ujarnya dalam pengumuman resmi perusahaan.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: theregister.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top