SULAWESI SELATAN — Kebijakan penyesuaian tarif ini tidak hanya menyentuh Pertamax. Pertamina juga memangkas harga Pertamax Turbo cukup dalam, dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 ikut turun Rp400 menjadi Rp16.600 per liter.
Berikut rincian harga terbaru untuk produk nonsubsidi dan subsidi yang berlaku di seluruh SPBU Pertamina:
Untuk produk subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, pemerintah memutuskan mempertahankan harganya. Langkah ini menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang masih sangat bergantung pada dua jenis BBM tersebut.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa evaluasi harga dilakukan secara berkala mengikuti ketentuan pemerintah. Ada tiga variabel utama yang menjadi pertimbangan: fluktuasi harga minyak dunia, pergerakan nilai tukar rupiah, dan kondisi daya beli masyarakat.
"Penyesuaian ini juga ditujukan untuk menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap aman dan berkelanjutan," ujar Kitty dalam keterangan resminya.
Keputusan ini sejalan dengan sinyal yang sebelumnya disampaikan Wakil Menteri ESDM, Yuliot. Ia sempat menyatakan bahwa harga Pertamax berpotensi turun apabila rata-rata harga minyak mentah Brent menunjukkan tren pelemahan. Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak global memang berada di jalur penurunan, sehingga membuka ruang fiskal bagi penyesuaian harga di dalam negeri.
Relaksasi harga ini diharapkan meringankan beban pengeluaran harian, khususnya bagi pengendara kendaraan pribadi yang selama ini menggunakan BBM nonsubsidi. Tak hanya itu, pelaku usaha transportasi dan logistik yang mengandalkan Dexlite atau Pertamina Dex juga mendapat ruang napas karena biaya operasional berpotensi menurun.
Namun, Pertamina menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat dinamis. Evaluasi akan terus berlanjut secara berkala, mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan kurs rupiah. Jika tren pelemahan berlanjut, bukan tidak mungkin harga kembali turun pada periode berikutnya. Sebaliknya, jika harga acuan internasional merangkak naik, penyesuaian ke arah sebaliknya tetap terbuka.
Dengan turunnya harga BBM nonsubsidi ini, Pertamina berharap konsumsi energi nasional tetap stabil dan masyarakat semakin terbantu di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.