MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengapresiasi inisiatif warga RT 003 RW 001 Kelurahan Maradekaya yang menata kampungnya menjadi kawasan bersih dan produktif. Lorong tersebut kini dilengkapi tempat sampah terpilah untuk organik, nonorganik, residu, hingga B3. Warga juga memanfaatkan bahu jalan untuk urban farming dengan sistem hidroponik dan polibag, serta beternak ayam.
Appi menilai aktivitas warga itu bisa dikembangkan menjadi siklus ekonomi mandiri. Sampah organik dari dapur dapat diolah menjadi kompos, sementara sebagian lainnya digunakan untuk budidaya maggot yang menjadi pakan ayam. "Tidak banyak warga masyarakat yang bisa secara bersama-sama bergotong royong menciptakan suasana yang sangat asri dan bersih seperti ini," ujarnya di hadapan warga setempat.
Di luar pengolahan sampah organik, Appi mendorong penguatan Bank Sampah Unit di setiap wilayah. Menurut dia, sampah anorganik yang dipilah memiliki nilai jual dan bisa menjadi tambahan pendapatan keluarga. "Inilah yang kita harapkan di dalam satu lingkungan yang punya sistem siklus integrasi yang bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan mengolah sampah dengan baik," tambahnya.
Appi menegaskan, setiap RT/RW tidak wajib meniru konsep yang sama. Pemerintah kota justru mendorong warga menggali potensi lokal masing-masing. Ia mencontohkan Kelurahan Berua di Kecamatan Sudiang yang sedang mengembangkan konsep kawasan herbal sebagai model pemberdayaan berbeda.
Untuk memacu kreativitas warga, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan hadiah Rp 100 juta bagi RT/RW terbaik yang akan diumumkan pada ulang tahun kota mendatang. Appi memastikan dana tersebut digunakan untuk kepentingan kolektif, seperti pengadaan kursi, tenda, atau perbaikan pos ronda, bukan untuk kepentingan pribadi ketua RT/RW.
Ia meminta camat dan lurah memberikan dukungan penuh agar inisiatif masyarakat terus berkembang. Menurutnya, pemerintah perlu hadir untuk memperkuat gerakan yang dibangun warga dari lingkungannya sendiri. Ia juga mengingatkan agar penataan lingkungan yang sudah terbentuk tidak berhenti, melainkan terus dijaga dan dikembangkan.