MAKASSAR — Dua lembaga pemerintah di Sulawesi Selatan menggabungkan kekuatan untuk mempercepat penurunan angka stunting. BBPOM Makassar dan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan menyepakati sejumlah langkah konkret dalam pertemuan yang berlangsung di kantor BKKBN Sulsel, Senin (3/8/2026).
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Setiawan, datang langsung ke kantor BKKBN untuk menyelaraskan program prioritas kedua instansi. BBPOM membawa fokus pada edukasi keamanan pangan dan pengawasan obat, sementara BKKBN memperkuat dari sisi ketahanan keluarga dan pembinaan remaja.
Yosef menegaskan komitmennya mendukung pembentukan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Salah satu langkah yang dirancang adalah penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait pencegahan stunting serta perlindungan kelompok rentan.
BBPOM Makassar juga siap menggelar edukasi keamanan pangan dan obat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini akan mencakup uji cepat atau rapid test untuk memastikan makanan yang dikonsumsi pelajar aman dari bahan berbahaya.
Selain itu, kedua pihak bakal menggalakkan upaya pencegahan penyalahgunaan obat di tingkat remaja. Dalam kunjungan itu, Yosef didampingi Ketua Tim Informasi dan Komunikasi (Infokom), Ahmad Lalo, serta Kepala Loka POM di Kabupaten Bone, Handri Burhan.
Fatmawati menyambut hangat kolaborasi ini. Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel itu menawarkan sejumlah program unggulan yang dinilai potensial berpadu dengan program BBPOM.
BKKBN Sulsel mendorong penguatan edukasi remaja melalui Program Generasi Berencana (GENRE) dan ajang kompetensi tahunan. Lembaga ini juga terus mengampanyekan Salam GENRE untuk mencegah pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, serta memberikan edukasi kesehatan reproduksi.
Fatmawati menekankan pentingnya implementasi Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri. SKB ini melibatkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan BPOM.
Kedua instansi sepakat menggelar koordinasi berkala demi menjamin mutu pelayanan obat dan alat kontrasepsi dalam program Keluarga Berencana (KB). Pembahasan juga menyasar Program GENTING atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
BKKBN Sulsel meyakini edukasi keamanan pangan dari BBPOM Makassar akan memperkuat dampak positif Program GENTING di tengah masyarakat. Rencana kerja bersama kini disusun sebagai landasan operasional di lapangan.
Sinergi ini diproyeksikan meningkatkan efektivitas pencegahan stunting, menjamin penggunaan obat yang aman, dan mencetak generasi Sulawesi Selatan yang unggul serta berdaya saing tinggi.