BBKSDA Sulsel Perketat Patroli di Kawasan Hutan Malino, Cegah Karhutla dan Gangguan Keamanan Jelang Kemarau

Penulis: Hendra Setiawan  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:17:01 WIB
Petugas gabungan menyusuri titik rawan di kawasan hutan konservasi TWA Malino, Kabupaten Gowa, dalam patroli pencegahan karhutla.

GOWA — Petugas gabungan menyusuri sejumlah titik rawan di kawasan hutan konservasi TWA Malino, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Patroli ini melibatkan Bidang KSDA Wilayah II BBKSDA Sulsel bersama MPA dan MMP Resor TWA Malino.

Kepala BBKSDA Sulsel Hasnawir mengatakan kegiatan ini difokuskan pada pemantauan kondisi kawasan dan pengecekan ketersediaan sumber air. Hal itu dinilai penting sebagai bagian dari kesiapan penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Edukasi ke Pendaki Gunung Bawakaraeng dan Pengunjung

Patroli tidak hanya sekadar memantau, tetapi juga dimanfaatkan untuk memberikan sosialisasi langsung. Kepala Resor TWA Malino Sahruddin Nombong menyebut para pendaki Gunung Bawakaraeng, masyarakat, dan pengunjung diimbau untuk tidak menyalakan api sembarangan atau membuang puntung rokok di area hutan.

"Selain memantau kondisi kawasan, petugas juga memberikan sosialisasi kepada para pendaki Gunung Bawakaraeng, masyarakat, dan pengunjung agar tidak menyalakan api sembarangan, membuang puntung rokok di kawasan hutan," jelasnya.

Pengunjung kawasan Malino juga diminta tidak membuang sampah plastik di gunung. Petugas mengingatkan agar api unggun dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

Sinergi dengan Pengelola Basecamp Diperkuat

Kepala Bidang KSDA Wilayah II BBKSDA Sulsel Mustari Tepu menegaskan pihaknya akan terus memperkuat upaya preventif dengan melibatkan masyarakat dan para pihak di sekitar kawasan konservasi. Sinergi dengan pengelola basecamp menjadi salah satu fokus utama.

Menurut dia, pihaknya bersama anggota MPA/MMP dan masyarakat siap bersinergi dengan seluruh pihak termasuk pengelola basecamp untuk melakukan pengawasan. Langkah ini sekaligus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat serta segera bertindak apabila ditemukan potensi gangguan keamanan maupun kebakaran hutan.

"Keberadaan hutan yang aman dan lestari merupakan aset negara yang perlu dijaga secara bersama-sama untuk memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Kawasan Hulu DAS Jeneberang Seluas 6.814 Hektare

TWA Malino merupakan kawasan konservasi seluas sekitar 6.814 hektare yang berada di bagian hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang. Posisi strategis ini menjadikan kawasan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga tata air di sekitarnya.

Melalui patroli preventif ini, BBKSDA Sulsel berharap sinergi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan semakin kuat. Dengan begitu, kawasan konservasi Resor TWA Malino dapat terjaga dari ancaman gangguan keamanan maupun kebakaran hutan dan lahan.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top