Rupiah Tertekan Dolar AS, Won, dan Yen di Pembukaan Rabu Pagi, Ringgit Justru Menguat

Penulis: Hendra Setiawan  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:54:31 WIB
Rupiah melemah ke level Rp17.857,4 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (pukul 08.51 WIB).

SULAWESI SELATAN — Berdasarkan data pemantauan pasar pukul 08.51 WIB, dolar AS berada di level Rp17.857,4 per dolar AS. Angka ini naik 11,7 poin atau 0,07 persen dibandingkan posisi sebelumnya, yang berarti rupiah melemah dan membutuhkan lebih banyak rupiah untuk membeli satu dolar AS.

Pelemahan lebih dalam dialami rupiah terhadap won Korea Selatan. Kurs won tercatat naik 0,0454 poin atau 0,36 persen ke level 12,6947. Sementara terhadap yen Jepang, rupiah melemah tipis 0,08 persen, dengan pasangan JPY/IDR berada di level Rp112,04 per yen.

Dolar Singapura, Yuan, dan Baht Jadi Penopang

Di sisi lain, rupiah mencatatkan penguatan di hadapan sejumlah mata uang kawasan. Dolar Singapura melemah 0,01 persen ke level Rp13.976,73 per dolar Singapura. Penguatan juga terjadi terhadap yuan China yang turun 0,02 persen ke Rp2.649,60 per yuan.

Penguatan paling signifikan terlihat dari baht Thailand yang terkoreksi 0,10 persen ke level Rp539,146. Kondisi berbeda terjadi pada ringgit Malaysia yang justru menguat 0,15 persen ke level Rp4.395,97 per ringgit, sehingga rupiah tercatat melemah terhadap mata uang Negeri Jiran tersebut.

Adapun terhadap euro, pergerakan rupiah relatif stabil. Pasangan EUR/IDR berada di level Rp20.686,0, tidak berubah dari posisi penutupan sebelumnya.

Emas Menguat Saat Dolar AS Stagnan

Di pasar global, harga emas mencatatkan penguatan pada perdagangan pagi ini. XAU/USD berada di level USD4.353,30 per troy ounce, naik USD18,73 atau 0,43 persen. Penguatan ini terjadi ketika indeks dolar AS terkoreksi tipis 0,01 persen ke level 99,550.

Pergerakan rupiah yang bervariasi pada awal perdagangan ini mencerminkan sentimen pelaku pasar yang masih wait and see. Investor akan mencermati perkembangan dolar AS dan sentimen global untuk menentukan arah nilai tukar sepanjang hari ini.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top