MAKASSAR — Api pertama kali muncul dari bagian belakang kulkas di salah satu rumah warga. Dalam hitungan menit, si jago merah membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya yang sebagian besar berdinding semi permanen.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan dari total 10 rumah yang terdampak, enam di antaranya mengalami rusak berat. Dua rumah lainnya rusak sedang, dan dua sisanya rusak ringan.
“Jenis bangunan yang terbakar semi permanen dan permanen. Terdiri dari 6 rusak berat, 2 rumah rusak sedang dan 2 rumah rusak ringan,” jelasnya.
Meski kerugian material cukup besar, kabar baiknya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
“Korban terdampak ada 9 Kepala Keluarga (KK) tengah total 37 jiwa. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” pungkas Fadli.
Begitu laporan diterima, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar langsung menerjunkan 7 armada ke lokasi. Petugas berjibaku menjinakkan api yang sempat membesar karena angin dan material bangunan yang mudah terbakar.
Beberapa saat kemudian, api berhasil dilokalisir dan proses pendinginan dilakukan untuk mencegah titik api muncul kembali. Belum ada keterangan resmi mengenai total kerugian materiel yang dialami para korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu memeriksa instalasi listrik dan peralatan elektronik sebelum beraktivitas maupun meninggalkan rumah. Kebakaran akibat korsleting listrik masih menjadi penyebab dominan di kawasan padat penduduk Makassar.