SULAWESI SELATAN — UniPin Pokémon Champions Battle Day edisi Agustus 2026 resmi berakhir dengan Balmung mengangkat gelar juara. Turnamen yang diselenggarakan Esportsnesia bersama Komunitas Pokémon Champions Indonesia ini mengusung konsep berbeda dari edisi sebelumnya: semua Pokémon yang umum dipakai di scene kompetitif masuk daftar larangan (ban list). Akibatnya, 25 peserta yang bertanding harus membangun tim dari Pokémon non-meta yang jarang terlihat di turnamen resmi.
Balmung sukses mengalahkan kompetisi ketat dan membawa pulang hadiah utama. Berikut tiga pemain terbaik turnamen:
Total UniPin Credits senilai Rp300.000 dibagikan kepada tiga pemain terbaik dalam turnamen yang berlangsung Minggu (23/8) tersebut.
Kemenangan Balmung tidak lepas dari pembacaan meta yang cermat. Ia menyebut larangan terhadap Pokémon populer justru membuka ruang bagi strategi yang sebelumnya mudah di-counter.
“Dengan di-bannya Pokémon meta, beberapa Pokémon dengan strategi gimmick menjadi kehilangan counter-nya. Saya memilih kombinasi Snorlax, Hawlucha, dan Toxapex karena Pokémon tersebut memiliki gimmick one-hit KO dan defensive stall yang sangat sulit dihentikan oleh pilihan Pokémon non-meta yang tersedia sekarang,” jelasnya.
Ini menjadi pengalaman pertama Balmung membawa Toxapex, Hawlucha, dan Snorlax ke turnamen VGC. “Tentunya sangat excited, karena selama ini saya adalah pemain yang lebih sering menggunakan Pokémon meta. Jadi turnamen non-meta ini menjadi hal baru bagi saya,” tambahnya.
Runner-up Andi “Wannheda” Kurniawan mengaku kesulitan terbesar justru datang sebelum pertandingan dimulai. Proses menyusun tim di luar ban list menjadi pekerjaan rumah yang tidak biasa baginya.
“Menurut saya tantangan terbesar adalah mencari tim di luar ban list, karena kalau bermain ranked saya terbiasa hanya menggunakan tim meta,” ujarnya. Meski harus beradaptasi, ia menilai pengalaman ini menjadi pembeda turnamen kali ini. “Saya sangat senang karena bisa mendapatkan pengalaman baru mengikuti turnamen menggunakan Pokémon non-meta,” tambahnya.
Rocky Ongko selaku Tournament Organizer sekaligus perwakilan Komunitas Pokémon Champions Indonesia berharap turnamen rutin seperti Battle Day menjadi wadah latihan bagi para pemain lokal. Ia menargetkan komunitas ini bisa melahirkan wakil Indonesia di kompetisi Pokémon Champions tingkat internasional.
“Harapannya, Komunitas Pokémon Champions Indonesia bisa terus berkembang, baik dari jumlah pemain maupun tingkat kompetitifnya. Kami ingin kegiatan seperti Battle Day menjadi ruang bagi para Trainer untuk terus berlatih dan mendapatkan pengalaman bertanding. Semoga dari komunitas ini nantinya juga muncul pemain-pemain yang memiliki kemampuan untuk menjadi perwakilan Indonesia di event Pokémon Champions tingkat internasional,” ujar Rocky.
Dengan suksesnya format Anti-Meta pada edisi Agustus ini, turnamen berikutnya akan menjadi sorotan untuk melihat apakah komunitas mulai berani meninggalkan pola tim konvensional dan membawa variasi strategi baru ke panggung kompetitif Pokémon Champions Indonesia.