40 Lulusan Politeknik ATI Makassar Diberangkatkan ke Sektor Manufaktur Global Lewat Program SMK Go Global

Penulis: Jauhari Lubis  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:39:01 WIB
Sebanyak 40 lulusan Politeknik ATI Makassar mengikuti pelatihan intensif sebagai calon pekerja migran dalam Program SMK Go Global.

Sebanyak 40 lulusan Politeknik ATI Makassar resmi tergabung dalam Batch 1 Program SMK Go Global besutan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk disiapkan bekerja di sektor manufaktur luar negeri. Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama Kementerian Perindustrian dengan KP2MI melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan. Para peserta akan dibekali kompetensi teknis, bahasa, dan sertifikasi sebelum diberangkatkan secara prosedural.

MAKASSAR — Puluhan lulusan Politeknik ATI Makassar mulai menjalani pelatihan intensif sebagai calon pekerja migran Indonesia (CPMI) untuk pasar kerja internasional. Mereka merupakan bagian dari Batch 1 program strategis SMK Go Global yang dicanangkan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) secara nasional pada Rabu (26/8/2026).

Kick Off program ini dipusatkan di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta, dan dipimpin langsung oleh Menteri P2MI Mukhtarudin. Direktur Politeknik ATI Makassar Muhammad Basri serta Kepala BP3MI Sulsel Fanny Wahyu Kurniawan mengikuti rangkaian acara secara daring.

Bekal Wajib Sebelum Terbang ke Luar Negeri

Menteri Mukhtarudin menegaskan, tidak ada calon pekerja yang boleh berangkat tanpa kesiapan matang. Peserta wajib menguasai kompetensi teknis, kemampuan bahasa, hingga memahami budaya kerja di negara tujuan.

"Jangan sampai calon pekerja migran berangkat ke luar negeri tanpa kompetensi yang memadai dan tanpa pelindungan. Kita ingin mereka berangkat secara resmi, memiliki keterampilan yang dibutuhkan, memahami hak dan kewajibannya," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Makassar.

Fokus Manufaktur untuk 40 Lulusan

Batch pertama ini memprioritaskan sektor manufaktur dengan melibatkan 40 lulusan Politeknik ATI Makassar. Selama pelatihan, peserta difokuskan pada penguatan keterampilan teknis sesuai standar industri internasional serta pembekalan prosedur penempatan.

Program ini memastikan para lulusan bekerja ke luar negeri secara resmi dan terlindungi, mulai dari tahap persiapan, selama bekerja, hingga setelah penempatan. Langkah ini menjadi upaya Politeknik ATI Makassar memperluas kesempatan lulusannya agar mampu berkontribusi sebagai tenaga kerja terampil berdaya saing internasional.

Kolaborasi Lintas Kementerian di Sulsel

Keikutsertaan Politeknik ATI Makassar dalam program ini merupakan tindak lanjut kerja sama yang dijalin Kementerian Perindustrian dengan Kementerian P2MI melalui BP3MI Sulawesi Selatan. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dan Dzulfikar Ahmad Tawalla, serta Plt Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Emmy Suryandari.

Direktur Politeknik ATI Makassar M Basri menyebut, program ini menjadi pintu masuk bagi lulusan vokasi untuk bersaing di kancah global. "Keikutsertaan Politeknik ATI Makassar dalam program ini menjadi upaya untuk memperluas kesempatan bagi para lulusan agar dapat berkontribusi sebagai tenaga kerja terampil yang berdaya saing internasional," kata Basri.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top