Kebakaran lahan kosong di kawasan Tallasa City, Makassar, beberapa hari lalu meninggalkan bekas terbakar di area seluas ribuan meter persegi yang masih jelas terlihat. Lokasi yang berada dekat dengan perumahan membuat peristiwa tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama saat musim kemarau seperti sekarang.
MAKASSAR — Pantauan ANTARA di lokasi, Senin sore, memperlihatkan lahan kosong yang terbakar kini tampak mengering. Sisa rerumputan yang hangus masih terlihat jelas di permukaan tanah. Area seluas ribuan meter persegi itu berada tepat di sekitar kawasan perumahan Tallasa City, sehingga dinilai berbahaya jika kebakaran kembali terjadi.
Kebakaran yang melanda lahan kosong tersebut terjadi di dua titik berbeda. Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api sebelum merambat ke permukiman.
Meski tidak ada korban jiwa maupun kerugian bangunan, peristiwa ini menjadi perhatian karena lokasi kebakaran hanya berjarak dekat dengan rumah-rumah warga. Upaya pemadaman dilakukan cepat dan berhasil, namun potensi bahaya tetap ada mengingat kondisi lahan yang kering dan luas.
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai asal api, tetapi penanganan kasus ini mendapat perhatian serius dari aparat setempat.
Kebakaran lahan kosong sering kali dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah atau puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun, penyelidikan masih berjalan untuk memastikan penyebab pastinya.
Peristiwa ini menjadi viral dan ramai dibicarakan karena terjadi di tengah musim kemarau. Kondisi cuaca yang kering membuat lahan kosong mudah terbakar dan api cepat menyebar.
Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memang sedang marak di sejumlah daerah di Indonesia. Masyarakat diingatkan untuk tidak membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang banyak ditumbuhi rumput kering.
Pemkot Makassar dan instansi terkait diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap lahan kosong di kawasan perumahan, agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak membahayakan warga.