SULAWESI SELATAN — John Ternus, yang selama ini menjabat senior vice president of hardware engineering, kini memegang kendali penuh Apple. Dalam memo perpisahan kepada karyawan, Tim Cook menyatakan bahwa dirinya tidak meninggalkan perusahaan, melainkan hanya mundur dari posisi CEO. Ternus akan memimpin tim teknik yang membawahi seluruh lini perangkat, mulai dari iPhone, Mac, hingga AirPods.
Sebelum naik ke posisi puncak, Ternus sudah membuktikan kemampuannya lewat sejumlah produk anyar. Beberapa di antaranya:
Ketiganya dirilis dalam periode ketika Apple menggenjot inovasi di sektor perangkat keras, bukan sekadar layanan digital.
Di era kecerdasan buatan, perangkat yang menjalankan model AI menjadi sangat menentukan. Apple merespons dengan mempercepat jadwal rilis Mac mini dan Mac Studio tahun ini, beberapa bulan lebih awal dibanding pola tahun-tahun sebelumnya. Langkah ini didorong tingginya permintaan dari pengembang dan perusahaan yang butuh komputasi lokal yang cepat.
Menurut analis, pemilihan Ternus menunjukkan bahwa Apple ingin memperkuat posisi sebagai pembuat perangkat keras terbaik, sekaligus mengoptimalkan chip dan perangkat untuk beban kerja AI.
Dalam memo yang dilaporkan Bloomberg dan sejumlah media lain, Cook menulis bahwa Ternus adalah orang yang tepat untuk memimpin Apple. "Few people understand what it takes to build products that change the world the way John does," tulis Cook.
Cook juga mengutip ucapan Steve Jobs tentang meninggalkan 'lekukan di alam semesta'. Ia menekankan bahwa budaya perusahaan adalah kunci keberhasilan Apple.
"We share a belief that what we build matters and that we have both the opportunity and the responsibility to leave the world better than we found it," demikian salah satu bagian memo yang dibagikan.
Tim Cook tidak benar-benar pergi. Ia akan tetap menjabat sebagai executive chairman, dan masih mengelola hubungan politik dengan Presiden Amerika Serikat serta pemerintah China. Di platform X, Cook menulis, "Sending lots of love to the Apple community on my last day as CEO. My title changes tomorrow, but the love I have for the Apple community never will."
Bagi pengguna Apple di Indonesia, pergantian ini kemungkinan besar tidak mengubah arah produk dalam jangka pendek. Yang jelas, prioritas pada perangkat keras yang solid dan integrasi AI akan semakin terasa di seri-seri berikutnya. Ternus punya rekam jejak yang panjang untuk membuktikan bahwa Apple tetap bisa berinovasi di bawah kepemimpinan barunya.