SULAWESI SELATAN — Program beta One UI 9 akhirnya menyentuh lebih banyak perangkat. Sebelumnya, sistem ini hanya tersedia untuk seri Galaxy S26 dan Galaxy Z Fold 8/Flip 8 yang sudah membawanya sejak keluar dari kotak. Kini, pengguna lini flagship 2025 yang tidak ingin pindah ke seri terbaru tetap bisa merasakan fitur Android 17.
Samsung mengonfirmasi perluasan beta terbuka untuk enam model flagship andalan sepanjang bulan ini. Pengguna dapat bergabung melalui aplikasi Samsung Members di pasar India, Korea, Amerika Serikat, dan Inggris.
Berikut daftar lengkap perangkat yang menerima perluasan beta One UI 9:
Perluasan ini hadir sekitar empat bulan setelah Samsung membuka program serupa untuk Galaxy S26 series pada Mei lalu. "Mengikuti perluasan beta One UI 9 dengan seri Galaxy S26 pada bulan Mei, program akan diluncurkan ke lebih banyak perangkat mulai September," demikian pernyataan resmi Samsung.
Proses pendaftaran terbilang sederhana. Pengguna cukup membuka aplikasi Samsung Members, lalu memilih banner notifikasi untuk program beta One UI 9 pada perangkat yang didukung. Program bersifat opt-in, sehingga pengguna bisa menolak versi beta dan menunggu rilis stabil.
Samsung belum mengumumkan tanggal pasti peluncuran versi stabil. Namun, pola perilisan Samsung dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan jeda antara perluasan beta dan rilis stabil umumnya hanya empat hingga delapan minggu.
Jika pola tersebut konsisten, pengguna Galaxy S25 series dan perangkat lipat generasi ketujuh berpotensi mengunduh pembaruan stabil sebelum akhir kuartal IV 2025. Langkah ini sejalan dengan strategi Samsung yang mempercepat siklus pembaruan perangkat lunaknya dalam dua tahun terakhir.
Versi beta menawarkan akses awal ke fitur anyar, tetapi stabilitas sistem tidak dijamin. Pengguna yang mengandalkan ponsel untuk transaksi mobile atau pekerjaan harian sebaiknya menunggu rilis stabil. Bug kecil, aplikasi yang belum dioptimalkan, hingga konsumsi baterai boros adalah risiko yang kerap muncul di build prapublikasi.
Program beta ini belum mencakup pasar Indonesia. Pengguna Galaxy di dalam negeri yang akrab dengan proses sideloading atau memiliki akun Samsung di region pendukung biasanya tetap bisa mencoba. Namun, langkah tersebut mengandung risiko dan tidak direkomendasikan untuk pengguna umum.