Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800 dengan penerbangan GA604 rute Jakarta-Makassar terpaksa menjalani prosedur go around setelah salah satu roda utama mengalami pecah ban saat akan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kamis pagi. Seluruh 156 penumpang dan awak pesawat dilaporkan selamat setelah pesawat berhasil mendarat dengan baik sekitar pukul 09.13 WITA.
MAKASSAR — Insiden pecah ban yang dialami pesawat Garuda Indonesia GA604 rute Jakarta-Makassar berakhir tanpa korban jiwa. Pesawat jenis Boeing 737-800 yang membawa 156 penumpang itu sukses mendarat di Runway 03 Bandara Sultan Hasanuddin, Kamis, setelah sempat melakukan go around atau fly pass sebagai prosedur keselamatan penerbangan.
Pgs General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lukman Mardian, menyatakan bahwa informasi mengenai kondisi roda pesawat pertama kali diterima dari Tower AirNav Indonesia sekitar pukul 07.00 WITA. Pihak bandara langsung bergerak cepat dengan menyiagakan personel dan peralatan keselamatan.
Pesawat dilaporkan melakukan go around sebelum akhirnya berhasil mendarat sempurna pada pukul 09.13 WITA. Setelah pesawat berhenti, petugas langsung melakukan penanganan dan memastikan kondisi seluruh penumpang serta kru dalam keadaan aman.
"Alhamdulillah, GA604 dapat mendarat dengan baik, seluruh penumpang dan awak dalam kondisi aman," kata Lukman Mardian di Maros, Kamis.
Proses evakuasi berlangsung tertib. Seluruh penumpang dipindahkan menggunakan empat bus menuju terminal, dengan penumpang terakhir meninggalkan pesawat pada pukul 09.53 WITA.
Koordinasi penanganan darurat melibatkan banyak pihak. Mulai dari AirNav Indonesia, Basarnas, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), hingga Base Rescue Lanud Sultan Hasanuddin disiagakan untuk mengantisipasi risiko terburuk sebelum pesawat mendarat.
Pengelola bandara juga menerjunkan unit Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) yang dilengkapi kendaraan F1, F2, Nurse Tender, serta kendaraan pendukung lain untuk berjaga di sekitar area landasan.
Akibat insiden ini, Runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin ditutup sementara melalui Notam mulai pukul 09.30 WITA hingga 10.30 WITA. Penutupan ini dilakukan setelah pesawat dievakuasi ke parking stand untuk menjalani pemeriksaan teknis menyeluruh.
Tim teknis landasan kemudian melakukan inspeksi untuk memastikan tidak ada serpihan ban yang membahayakan operasional penerbangan. Setelah dinyatakan aman, landasan pacu kembali dibuka dan dapat digunakan untuk melayani penerbangan seperti biasa.
Lukman menambahkan, kesiapan personel dan koordinasi antar-lembaga menjadi kunci utama dalam menangani situasi darurat yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan di bandara kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut.