MAKASSAR — Sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan diprakirakan cerah berawan sepanjang pagi hingga sore. Memasuki malam, langit umumnya berawan dengan peluang hujan ringan masih tersisa di Luwu Timur dan Luwu Utara.
Pada dini hari berikutnya, hampir seluruh daerah berawan. Hujan ringan hanya berpotensi muncul di Luwu Timur. BMKG merilis prakiraan ini untuk 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Luwu Timur menjadi wilayah dengan peluang hujan paling konsisten — pagi, siang, malam, hingga dini hari. Luwu Utara menyusul dengan potensi serupa pada siang hingga malam.
Toraja Utara diprakirakan cerah berawan pada pagi dan siang, namun berpeluang hujan ringan saat sore. Tiga daerah lain di kawasan utara dan timur Sulsel ini menjadi satu-satunya wilayah yang tidak sepenuhnya kering sepanjang hari.
BMKG menempatkan Barru pada status siaga potensi angin kencang. Status ini lebih tinggi dibanding daerah lain yang masuk kategori waspada.
Daerah berstatus waspada meliputi Pinrang, Sidrap, Parepare, Wajo, Soppeng, Bone, Pangkep, Maros, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar. Warga di wilayah tersebut diminta berhati-hati terhadap pohon atau dahan tumbang serta benda yang mudah roboh.
Selain angin kencang, BMKG mengingatkan potensi udara panas di Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Pinrang, Wajo, Bone, Makassar, dan Gowa. Kondisi ini menyertai kemarau yang masih berlangsung di sebagian besar Sulsel.
Kelembapan udara diprakirakan berkisar 36–100 persen. Rentang ini menunjukkan perbedaan signifikan antara daerah dengan udara kering dan wilayah yang masih lembap.
BMKG mengimbau masyarakat memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diingatkan menjaga ketersediaan air di tengah kondisi kemarau.
Potensi kekeringan dan kebakaran lahan menjadi perhatian tersendiri. Dua risiko ini biasanya meningkat saat angin bertiup kencang dan kelembapan udara menurun drastis.
Prakiraan cuaca ini berlaku untuk periode 24 jam. BMKG memperbarui data secara berkala melalui kanal resmi mereka.