Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengenalkan sejumlah potensi investasi daerah kepada Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Konstantin Obolensky dalam kunjungan ke Makassar. Pertemuan itu menyoroti rumput laut sebagai komoditas andalan, dengan produksi Sulsel yang mencapai 180.432 ton pada 2024. Pemerintah provinsi mendorong hilirisasi agar komoditas tidak dijual dalam bentuk bahan mentah.
MAKASSAR — Fatmawati memaparkan keberagaman potensi ekonomi Sulawesi Selatan yang mencakup sektor kelautan, pertanian, pariwisata, serta energi baru dan terbarukan. Provinsi ini disebut sebagai produsen rumput laut terbesar di Indonesia.
Produksi rumput laut Sulsel pada 2024 tercatat 180.432 ton, tersebar di sejumlah wilayah pesisir seperti Kabupaten Luwu, Takalar, dan Wajo. Angka itu menjadi salah satu bahan utama yang disampaikan Fatmawati kepada delegasi Swiss.
Pemerintah Provinsi Sulsel mendorong agar rumput laut tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Hilirisasi diarahkan pada produk bernilai tambah seperti karagenan, agar-agar, bahan farmasi, hingga bioplastik.
Rencana itu disertai pembangunan fasilitas pengolahan dan penyediaan rantai dingin untuk mendukung ekspor. "Potensi hilirisasi rumput laut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah daerah melalui pembangunan pabrik pengolahan terpadu, seperti karagenan, agar-agar dan alginat, serta penyediaan cold storage dan rantai dingin ekspor," ujar Fatmawati.
Selain rumput laut, Fatmawati memperkenalkan sejumlah komoditas unggulan lain kepada delegasi Swiss, antara lain kakao, kopi, dan garam. Produksi kakao Sulsel pada 2025 tercatat 79.740 ton, sedangkan produksi kopi mencapai 30.665 ton.
Kopi Sulsel antara lain dihasilkan di Kabupaten Enrekang, Toraja Utara, dan Tana Toraja. Adapun produksi garam mencapai lebih dari 30.900 ton, dengan Kabupaten Jeneponto sebagai salah satu sentra utama.
Fatmawati menegaskan seluruh potensi tersebut akan berdampak nyata jika didorong investasi dan kemitraan yang tepat. Pemerintah provinsi melalui DPMPTSP menyatakan siap mempermudah proses perizinan bagi investor asal Swiss.
"Seluruh potensi besar ini akan semakin memberikan dampak nyata jika didorong oleh investasi dan kemitraan yang tepat. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), kami siap mempermudah proses perizinan dan memberikan kenyamanan bagi para investor asal Swiss untuk berinvestasi di Sulawesi Selatan," tegasnya.
Duta Besar Swiss Konstantin Obolensky menyambut baik kerja sama yang telah terjalin dengan Sulawesi Selatan, khususnya dalam pengembangan sektor rumput laut. Ia juga melihat peluang untuk memperluas kerja sama pada komoditas unggulan lainnya, termasuk kopi dan kakao.