Wagub Sulsel Fatmawati Bahas Rumput Laut hingga Kakao dengan Dubes Swiss di Kapal Phinisi Makassar

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 25 September 2026 | 10:48:31 WIB
Wagub Sulsel Fatmawati membahas kerja sama rumput laut hingga kakao bersama Dubes Swiss di atas Kapal Phinisi KLM Makessing, Makassar.

MAKASSAR — Kunjungan itu berlangsung di atas Kapal Phinisi KLM Makessing dengan latar perairan Pantai Losari. Fatmawati menyebut dukungan Swiss tidak hanya memperkuat mata pencaharian warga pesisir, tetapi juga menjadi landasan kerja sama berorientasi masa depan antara Swiss dan Sulawesi Selatan.

Menurut Fatmawati, Sulsel punya potensi ekonomi di sektor kelautan, pertanian, pariwisata, serta energi baru dan terbarukan. Sejumlah komoditas unggulan daerah juga diperkenalkan kepada delegasi Swiss, mulai dari kakao, kopi, hingga garam.

Produksi Rumput Laut Sulsel Capai 180.432 Ton pada 2024

Sulawesi Selatan merupakan provinsi pengeluar rumput laut terbesar di Indonesia. Pada 2024, produksi rumput laut Sulsel mencapai 180.432 ton yang tersebar di sejumlah wilayah pesisir, di antaranya Kabupaten Luwu, Takalar, dan Wajo.

Pemprov Sulsel mendorong hilirisasi agar komoditas tersebut tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Pengembangan diarahkan pada produk bernilai tambah seperti karagenan, agar-agar, bahan farmasi, hingga bioplastik, disertai pembangunan fasilitas pengolahan dan penyediaan rantai dingin.

"Potensi hilirisasi rumput laut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah daerah melalui pembangunan pabrik pengolahan terpadu, seperti karagenan, agar-agar dan alginat, serta penyediaan cold storage dan rantai dingin ekspor," ujar Fatmawati.

Kakao 79.740 Ton, Kopi 30.665 Ton, Garam Tembus 30.900 Ton

Selain rumput laut, Fatmawati memaparkan sejumlah komoditas unggulan lain kepada delegasi Swiss. Produksi kakao Sulsel pada 2025 tercatat 79.740 ton, sedangkan produksi kopi mencapai 30.665 ton.

Kopi Sulsel antara lain dihasilkan di Kabupaten Enrekang, Toraja Utara, dan Tana Toraja. Adapun produksi garam mencapai lebih dari 30.900 ton, dengan Kabupaten Jeneponto sebagai salah satu sentra utama.

"Seluruh potensi besar ini akan semakin memberikan dampak nyata jika didorong oleh investasi dan kemitraan yang tepat. Melalui Dinas PMPTSP, kami siap mempermudah proses perizinan dan memberikan kenyamanan bagi para investor asal Swiss untuk berinvestasi di Sulawesi Selatan," tegasnya.

Dubes Swiss Sebut Kerja Sama Rumput Laut Berjalan Erat

Duta Besar Swiss Konstantin Obolensky menyambut baik kerja sama yang telah terjalin dengan Sulawesi Selatan, khususnya di sektor rumput laut. Ia juga melihat peluang memperluas kerja sama pada komoditas unggulan lainnya, termasuk kopi dan kakao.

"Saya sangat bangga melihat bahwa kita bekerja sama dengan sangat erat dalam dimensi rumput laut ini. Saya sangat berharap para importir dan produsen asal Swiss dapat menemukan mitra dialog untuk membahas apakah mereka bisa mengambil lebih banyak pasokan bahan baku dari provinsi Anda yang indah ini," ujar Konstantin.

Konstantin menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam Sulawesi Selatan. Menurut dia, pelestarian sumber daya alam berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan sekaligus kesehatan dan masa depan generasi mendatang.

"Sumber daya alam perlu diselamatkan dan dilindungi, bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga demi kesehatan anak-anak, cucu-cucu dari masyarakat yang tinggal di sana," katanya.

ILO Buka Peluang Pendampingan hingga 2.000 Petani Rumput Laut

Country Director ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste Simrin Singh mengatakan pihaknya melihat peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas di Sulawesi Selatan. Cakupan yang dibidik meliputi bidang ketenagakerjaan, UMKM, pariwisata, dan pengembangan rantai nilai rumput laut.

Simrin menyebut program tersebut saat ini telah mendampingi 200 petani rumput laut dan membuka peluang perluasan jangkauan pendampingan hingga 2.000 petani.

"Tujuannya adalah melahirkan sektor rumput laut yang lebih sejahtera, lebih baik dan lebih berdaya saing melalui instrumen serta pengetahuan yang dimiliki," ujarnya.

SECO Dukung Vokasi Energi Terbarukan hingga Konsep BRT Makassar

Head of Economic Cooperation and Development SECO Indonesia Violette Ruppanner menyampaikan bahwa kerja sama Swiss dengan Sulawesi Selatan telah berlangsung di sejumlah bidang. Cakupannya meliputi pengembangan keterampilan vokasi, energi terbarukan, bangunan hijau, dan penguatan iklim usaha.

SECO mendukung pengembangan keterampilan energi terbarukan melalui proyek Renewable Energy Skills Development yang beraktivitas di Politeknik Negeri Ujung Pandang. SECO sebelumnya juga turut mendukung Kota Makassar dalam penyusunan konsep Bus Rapid Transit (BRT) dan perencanaan ketahanan kota.

Pertemuan tersebut ditutup dengan santap malam bersama dan penyerahan cenderamata khas Sulawesi Selatan sebagai simbol silaturahmi.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: abatanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top