Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kantor Perwakilan III Sulawesi, Maluku, dan Papua meluncurkan Program Pelajar Sulsel Menabung (PSM) 2026 yang menyasar 1.000 pelajar dari 20 SMA/sederajat di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros. Kick Off dan Training of Trainers (ToT) program tersebut digelar di Makassar bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini diklaim sebagai yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia.
MAKASSAR — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menyatakan Pemprov Sulsel menyambut baik terselenggaranya program PSM Tahun 2026 yang diinisiasi LPS Kantor Perwakilan III. Menurutnya, program ini menyasar pelajar SMA/sederajat di tiga daerah sebagai fondasi pembentukan karakter sejak dini.
Jufri menekankan bahwa kebiasaan menabung bukan sekadar soal menyisihkan uang. Ada nilai pengendalian diri dan perencanaan masa depan yang ikut terbangun di dalamnya.
"Menabung itu merancang masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi karakter," kata Jufri saat membuka Kick Off dan ToT Program PSM di Makassar, Kamis.
Menurut Jufri, menabung mengajarkan pelajar soal pengendalian keinginan, penentuan prioritas, perencanaan masa depan, serta tanggung jawab dalam mengelola keuangan pribadi. Nilai-nilai itu, katanya, tidak didapat hanya dari teori di kelas.
Jufri berharap para guru yang menjadi pembina program dapat menjadi penggerak di sekolah masing-masing. Peran mereka dinilai kunci untuk mempercepat penanaman budaya keuangan di lingkungan sekolah.
"Mari kita jadikan menabung sebagai budaya. Jadikan sekolah menjadi ruang pertama anak belajar untuk mengelola masa depannya," ujarnya.
Kepala Kantor LPS III Sulawesi, Maluku, dan Papua, Fuad Zaen, menjelaskan program ini dijalankan melalui kolaborasi lintas lembaga dan instansi. LPS menggandeng OJK, Bank Indonesia, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.
"Dengan kolaborasi lintas lembaga dan instansi, LPS bersama OJK, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, serta pihak terkait, untuk menumbuhkan budaya menabung di kalangan pelajar," ungkap Fuad.
Fuad menyebut PSM 2026 sebagai program pertama di Indonesia yang menyasar pelajar SMA/sederajat dengan pendekatan kolaboratif seperti ini. Konsepnya berangkat dari Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Menabung yang selama ini dijalankan Pramuka.
Selain pelatihan bagi guru pembina, program ini akan diisi dengan kompetisi menabung antar pelajar. Kompetisi itu dirancang untuk mendorong partisipasi aktif siswa, bukan sekadar menambah materi edukasi keuangan.
Sebanyak 20 sekolah dari Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros menjadi sasaran program. Tiga daerah itu dipilih sebagai wilayah percontohan pada tahap awal pelaksanaan.
Pelaksanaan ToT menandai dimulainya rangkaian kegiatan PSM 2026. Guru-guru pembina yang telah dilatih selanjutnya bertugas mengimplementasikan program di sekolah masing-masing, termasuk mendampingi pelajar dalam kompetisi menabung yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.