MAKASSAR — BBMKG Wilayah IV Makassar merilis Peringatan Dini Cuaca Tiga Harian wilayah Sulsel periode 24-26 September 2026 melalui akun Instagram @bmkgsulsel, Rabu (23/9/2026). Informasi tersebut memuat tiga kategori ancaman sekaligus: udara panas level siaga, udara panas level waspada, dan angin kencang.
Warga di tujuh kabupaten diminta meningkatkan kewaspadaan karena suhu yang dirasakan diperkirakan menembus 40-45 derajat Celsius. Angka itu jauh di atas suhu rata-rata harian Sulsel yang biasanya berkisar 30-33 derajat Celsius.
Kabupaten yang masuk kategori siaga meliputi Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Sebagian besar wilayah ini berada di poros tengah hingga utara Sulsel yang dikenal sebagai daerah dataran rendah dengan paparan sinar matahari intens.
Suhu terasa 40-45 derajat Celsius bukan angka suhu udara aktual, melainkan kombinasi suhu dan kelembapan yang dirasakan tubuh. Kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi, heat exhaustion, hingga heat stroke bila aktivitas luar ruang tidak dibatasi.
Wilayah yang berstatus waspada mencakup Palopo, Luwu, Enrekang, Parepare, Barru, Bone, Sinjai, Bulukumba, Maros, Makassar, Pangkep, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Wajo. Kota Makassar dan sekitarnya masuk dalam daftar ini.
Perhatikan bahwa Luwu dan Wajo muncul di dua kategori berbeda. Wajo tercatat sebagai wilayah siaga sekaligus waspada, begitu pula Luwu yang disebut di daftar siaga maupun waspada. Warga di kedua kabupaten ini perlu mengacu pada peringatan level tertinggi.
Selain panas, BBMKG memperingatkan potensi angin kencang di Sidrap, Soppeng, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Kepulauan Selayar, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 20-25 knot atau setara 37-46 km/jam.
Angin pada kecepatan tersebut dapat merobohkan baliho, menerbangkan atap seng, dan membahayakan nelayan yang melaut. Kepulauan Selayar sebagai daerah pesisir masuk kategori paling rentan.
Warga di wilayah siaga disarankan mengurangi aktivitas luar ruang pada pukul 10.00-16.00, memperbanyak konsumsi air, dan mengenakan pakaian berwarna terang. Petani dan pekerja konstruksi yang tetap beraktivitas di luar sebaiknya mengatur jeda istirahat di tempat teduh.
Untuk wilayah dengan potensi angin kencang, nelayan tradisional diminta menunda melaut hingga kondisi membaik. Pemilik bangunan semipermanen perlu memeriksa kekuatan atap dan rangka.
Peringatan dini tiga harian ini berlaku hingga Sabtu (26/9/2026). Warga dapat memantau pembaruan melalui kanal resmi BBMKG Wilayah IV Makassar.