JAKARTA — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman tampil sebagai narasumber dalam sesi bertajuk "Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital untuk Mendukung Produktivitas Ekonomi" di ajang FEKDI x IFSE 2026. Ia memaparkan sejumlah capaian digitalisasi keuangan daerah Sulsel di hadapan para panelis dan peserta forum.
Sulsel tercatat sebagai salah satu daerah pelopor implementasi transaksi non-tunai (TNT) di Indonesia Timur. Capaian itu pernah mengantarkan provinsi ini meraih penghargaan tingkat nasional dalam penerapan transaksi non-tunai.
Marketplace lokal BajuBodo menjadi salah satu bukti konkret transformasi digital Sulsel. Platform itu berhasil masuk jajaran tiga besar nasional versi pemerintah.
"Transaksi di BajuBodo sudah mencapai ratusan miliar dengan puluhan ribu produk. Kami juga sukses menerapkan pembayaran pajak kendaraan secara digital dan real-time," kata Andi Sudirman.
Selain marketplace, Pemprov Sulsel menerapkan pembayaran pajak kendaraan secara digital dan real-time. Layanan itu mempercepat proses administrasi sekaligus mengurangi antrean di kantor pelayanan.
Andi Sudirman menilai posisi Sulsel sebagai pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di kawasan Indonesia Timur menuntut penguatan fondasi digital yang masif. Pemprov Sulsel memfokuskan program pada perluasan jaringan internet dan telekomunikasi.
Peningkatan kualitas konektivitas, penguatan pusat data, dan pendongkrakan literasi sumber daya manusia juga masuk dalam prioritas. Empat fokus itu dinilai saling terkait untuk memastikan teknologi benar-benar menjangkau wilayah pelosok.
"Sulsel menjadi salah satu pelopor digitalisasi keuangan daerah hingga pernah mendapatkan penghargaan tingkat nasional dalam implementasi transaksi non-tunai (TNT)," tegas Andi Sudirman.
Gubernur menekankan akselerasi ekonomi dan keuangan digital harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Menurutnya, langkah itu tidak boleh sekadar latah mengikuti tren teknologi.
"Digitalisasi bukan sekadar menghadirkan aplikasi, tetapi bagaimana teknologi benar-benar memperluas akses, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat UMKM, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di seluruh wilayah Sulsel," pungkasnya.
Pernyataan itu menegaskan orientasi program digital Sulsel pada perluasan akses ekonomi bagi pelaku UMKM dan warga di seluruh kabupaten/kota. Teknologi diposisikan sebagai alat, bukan tujuan akhir.
Perhelatan FEKDI x IFSE 2026 digagas oleh Bank Indonesia, OJK, Kemenko Perekonomian RI, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH). Acara berlangsung dari 24 hingga 26 September 2026 di JICC Jakarta.
Forum ini mempertemukan regulator, industri, pelaku fintech, dan perbankan untuk mendorong sinergi ekosistem keuangan digital nasional. Kehadiran Gubernur Sulsel menjadi bagian dari pertukaran pengalaman daerah dalam mempercepat adopsi keuangan digital.
Capaian Sulsel di forum nasional itu menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia Timur yang tengah membangun infrastruktur digital dan ekosistem pembayaran non-tunai.