Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Buka FIN Expo BIK 2026 di Makassar, Inklusi Keuangan Capai 94 Persen

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:17:01 WIB
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi membuka Financial Expo Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Atrium Mall Trans Studio Makassar, 2 Oktober 2026.

MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menilai akses keuangan yang merata jadi kunci menggerakkan ekonomi kerakyatan, terutama bagi pelaku UMKM. Karena itu Wagub Fatmawati Rusdi membuka langsung Financial Expo Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Atrium Mall Trans Studio Makassar. Kegiatan bertema "Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera" itu digelar 2–4 Oktober 2026.

FIN Expo 2026 melibatkan Otoritas Jasa Keuangan, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini menyasar satu persoalan yang masih menganga di Sulsel: warga sudah memakai layanan keuangan, tapi belum sepenuhnya paham produk yang mereka gunakan.

Inklusi 94 Persen, Literasi Baru 61 Persen

Fatmawati menyebut data OJK yang menunjukkan tingkat inklusi keuangan Sulawesi Selatan sudah sekitar 94 persen. Angka literasi keuangannya masih 61 persen. Selisih sekitar 33 persen itu menggambarkan warga yang sudah mengakses layanan keuangan tetapi belum memahami produk dan layanannya secara optimal.

"Inklusi keuangan menjadi peran yang sangat vital dalam mendorong akselerasi ekonomi kerakyatan melalui penyediaan akses permodalan yang mudah dan aman, khususnya bagi para pelaku UMKM kita. Lewat FIN Expo ini, kita berharap gap antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat bisa makin diperkecil," ujar Fatmawati.

Menurutnya, peningkatan akses mesti berjalan seiring pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan. Tujuannya agar warga tidak sekadar punya akses, tetapi mampu memilih dan memakai produk keuangan secara aman dan sesuai kebutuhan.

Wagub Ingatkan Bahaya Produk Keuangan Ilegal

Fatmawati juga menyoroti masih adanya warga yang terjebak produk keuangan ilegal. Ia meminta masyarakat lebih jeli mengenali produk yang legal.

"Mari kita kenali produk keuangan yang legal. Tidak ada lagi produk kita terjebak dengan produk yang ilegal, sehingga membuat masyarakat kita sengsara," kata Fatmawati.

Ia menilai FIN Expo 2026 bukan sekadar pameran produk jasa keuangan. Kegiatan ini jadi ruang bagi masyarakat memperoleh informasi, edukasi, serta memahami manfaat dan risiko dari setiap produk keuangan.

Kepada pelaku industri jasa keuangan, Fatmawati meminta layanan diperluas hingga ke pelosok daerah. Ia mendorong inovasi produk yang inklusif, ramah masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

PHINISI dan Klaster UMKM Gerakkan Pembiayaan

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sekaligus Ketua FKIJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menyampaikan FIN Expo 2026 merupakan bagian dari upaya mempersempit kesenjangan inklusi dan literasi keuangan. Sepanjang 2026 hingga triwulan II, TPAKD Sulawesi Selatan melaksanakan 198 kegiatan literasi keuangan dengan jangkauan 2.204.391 peserta.

Pesertanya beragam, mulai pelajar, mahasiswa, ASN, kelompok perempuan, nelayan, petani, UMKM, penyandang disabilitas, hingga masyarakat pedesaan. Selain literasi, sejumlah program diarahkan memperluas akses pembiayaan warga.

Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi (PHINISI) telah mencapai plafon Rp1,18 triliun dengan 34.084 debitur. Untuk pemberdayaan UMKM melalui klasterisasi, sejak 2022 hingga 2025 terbentuk 1.611 klaster dengan 22.275 debitur dan plafon kredit Rp644,46 miliar.

Di sektor digitalisasi keuangan, jumlah merchant QRIS di Sulawesi Selatan tercatat 1,5 juta merchant. Program budaya menabung pelajar melalui KEJAR atau One Student One Account (OSOA) mencapai 2.187.810 rekening dengan nominal Rp412,38 miliar.

Rangkaian angka itu menjadi gambaran bahwa perluasan akses keuangan di Sulsel sudah berjalan, meski pekerjaan rumah literasi masih menunggu. FIN Expo 2026 di Makassar jadi salah satu pintu untuk menutup jarak tersebut sebelum warga benar-benar melek produk keuangan.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: harian.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top