Kapolres Maros Ajak Orangtua Awasi Pergaulan Anak Cegah Geng Motor dan Kenakalan Remaja

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:13:02 WIB
Kapolres Maros AKBP Devi Sujana menyampaikan imbauan kepada orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak.

Kapolres Maros AKBP Devi Sujana mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aksi geng motor dan kenakalan yang berpotensi melanggar hukum. Imbauan disampaikan menyusul kekhawatiran terhadap pengaruh lingkungan negatif, termasuk tawuran dan konvoi yang meresahkan warga. Kepolisian menekankan pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada keluarga, tetapi juga sekolah dan masyarakat.

MAROS — Kapolres Maros AKBP Devi Sujana menilai pengawasan sejak dini menjadi kunci melindungi remaja dari pengaruh lingkungan negatif. Ia menyoroti sejumlah risiko yang mengintai anak-anak, mulai dari aksi kekerasan, tawuran, konvoi yang meresahkan, hingga tindakan yang berujung pidana.

Menurut dia, keluarga memegang peran utama dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Orang tua diharapkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberi perhatian, pendampingan, serta pengawasan terhadap aktivitas anak.

Orang Tua Diminta Hadir dalam Kehidupan Anak

Devi menekankan pentingnya kehadiran orang tua di tengah pertumbuhan anak. "Jangan sampai kita baru menyadari anak terlibat masalah ketika semuanya sudah terjadi," katanya.

Ia meminta orang tua mengenali lingkungan pertemanan anak, mengetahui aktivitas harian, serta memperhatikan waktu dan tujuan ketika anak bepergian ke luar rumah. Langkah itu dinilai perlu agar orang tua bisa lebih dini mengetahui jika anak mulai masuk pergaulan berisiko.

Media Sosial Jadi Pintu Masuk Pengaruh Negatif

Selain lingkungan pertemanan langsung, penggunaan media sosial turut menjadi perhatian. Ruang digital dinilai bisa menjadi sarana penyebaran ajakan mengikuti aktivitas negatif bila tidak disertai pengawasan dan pemahaman yang memadai.

Kapolres menilai komunikasi terbuka antara orang tua dan anak menjadi salah satu langkah penting mencegah kenakalan remaja. Anak perlu merasa nyaman menyampaikan persoalan yang dihadapi sehingga orang tua dapat memberi arahan sebelum masalah berkembang lebih jauh.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman mengenai risiko dan konsekuensi hukum dari tindakan kekerasan maupun perilaku yang melanggar aturan. Dengan pemahaman itu, remaja diharapkan mampu mempertimbangkan dampak perbuatannya dan tidak mudah terpengaruh ajakan kelompok.

Pencegahan Bukan Tugas Keluarga Semata

Upaya pencegahan, lanjut Devi, tidak dapat dilakukan oleh keluarga saja. Pihak sekolah dan masyarakat juga perlu terlibat aktif mengawasi, mendampingi, serta membina generasi muda agar terhindar dari aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kapolres Maros turut mendorong remaja mengisi waktu luang dengan kegiatan positif seperti olahraga, kegiatan keagamaan, dan aktivitas sosial. Kegiatan tersebut diharapkan membantu mengembangkan potensi sekaligus membangun kedisiplinan dan tanggung jawab.

"Pencegahan kenakalan remaja merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak orangtua, pihak sekolah, dan seluruh elemen masyarakat untuk saling peduli dan bekerja sama menjaga anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berprestasi, dan taat hukum," ujarnya.

Melalui penguatan pengawasan keluarga dan kepedulian lingkungan, Polres Maros berharap potensi kenakalan remaja dapat dicegah sejak dini. Sinergi antara orang tua, sekolah, masyarakat, dan kepolisian diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendukung masa depan generasi muda.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top