SULAWESI SELATAN — Podcaster sekaligus pengusaha kreatif Kenny Annan-Jonathan resmi meluncurkan musim kedua FREEAgent dengan Jeff Staple sebagai tamu pembuka. Pionir streetwear itu merayakan 30 tahun label STAPLE, yang sejak 1997 berkolaborasi dengan Nike hingga LVMH. Episode perdana sudah bisa disimak, dan episode berikutnya bakal rilis setiap pekan.
Musim pertama FREEAgent menempatkan Annan-Jonathan sebagai pewawancara bagi nama-nama besar lintas mode, bisnis, dan olahraga. Dua tamu yang sempat hadir adalah Stuart Duguid, agen lama Naomi Osaka, serta eksekutif senior Rich Kleiman. Format itu dipertahankan di musim kedua dengan daftar narasumber yang tetap menyasar figur berpengaruh.
Jeff Staple bukan nama baru di industri sneaker dan streetwear. Ia mendirikan STAPLE pada 1997 dan membangunnya sebagai brand independen yang bertahan puluhan tahun. Sepanjang perjalanan itu, STAPLE menggandeng Nike, Google, New Balance, Timberland, Puma, sampai LVMH.
Nama Staple paling lekat dengan Nike SB "Pigeon" Dunk, salah satu sneaker paling berpengaruh yang pernah dirilis. Ia juga mendirikan Reed Art Department, agensi kreatif dan pemasaran yang cukup disegani di industrinya.
Annan-Jonathan menilai sosok Staple sering disederhanakan jadi sekadar pembuat sneaker ikonik. Menurutnya, cerita di balik karier Staple jauh lebih dalam dari itu.
"Everyone knows Jeff as 'the Pigeon Dunk guy,' but his story is much deeper than that," kata Annan-Jonathan. "He's a trailblazer and one of the forefathers of global streetwear. He's celebrating 30 years of STAPLE."
Ia menambahkan bahwa inti obrolan mereka menyentuh agensi yang baru didesain ulang oleh Staple. Bagi Annan-Jonathan, Staple berperan sebagai penerjemah budaya yang paham dua sisi sekaligus: korporat dan kreatif.
"The real substance of our conversation centres on his redesigned agency and what it means to bridge the gap between the corporate and creative worlds," ujarnya. "He's a cultural translator who understands both sides. Most creators are raw. They don't always know how to convert their creativity into revenue or communicate their message commercially. Jeff's story gives you details about the projects he pursued, the times he was turned down, and what he had to do to make things work."
Annan-Jonathan mengaku puas dengan musim pertama dan menyebutnya sebagai perkenalan yang kuat. Untuk musim kedua, targetnya sederhana: memperluas wawasan dan melanjutkan percakapan yang sudah terbangun.
"You might listen to Rich Kleiman and learn one part of the story. Then, when you hear one of his counterparts within the same space, you get a clearer picture of the wider ecosystem," jelasnya.
Ia ingin pendengar memahami cara kerja brand bersama tim hukum, lalu bagaimana talent manager dan orang-orang di belakang bisnis menjalankan perannya. Cakupannya sengaja dibuat luas, dari titik awal karier hingga tahap akhir.
"My goal is to cover the ecosystem of sports, entertainment, and media—from the point of inception, whatever that may be, all the way to the end," tambahnya.
FREEAgent juga jadi ruang bagi Annan-Jonathan untuk mengangkat figur budaya yang jarang mendapat sorotan publik. "Season two is about continuing to stand on the shoulders of giants while celebrating people doing amazing things," katanya. "I think people should be given their flowers."
Annan-Jonathan memimpin agensi pemasaran dan manajemen talenta The Mailroom serta media house Trnsmission. Pada 2023, ia ditunjuk sebagai Creative Director klub Liga Premier Inggris Crystal Palace, posisi pertama sejenis di klub profesional Inggris. Ia juga menjabat Sports Director di Cannes Lions International Festival of Creativity.
Episode Jeff Staple sudah tayang, sementara episode-episode berikutnya akan hadir setiap pekan dengan narasumber yang bergerak di persimpangan olahraga dan seni kreatif.