Siswi SD Wahdah Islamiyah 2 Makassar Raih 3 Gelar Panahan Tradisional Forkot 2026, Target FORNAS Sulsel

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 10:47:31 WIB
Atlet panahan tradisional Nafeesa dari SD Wahdah Islamiyah 2 Makassar memamerkan tiga trofi juara U13 Forkot Makassar 2026.

MAKASSAR — Kemenangan Nafeesa diraih lewat persaingan ketat kategori Under 13 (U13) yang diikuti lebih dari seratus peserta. Tiga pencapaian sekaligus dibawa pulang: juara pertama individu U13, juara pertama beregu bersama Idham dan Adeva, serta penghargaan Top Scorer U13.

Catatan itu menunjukkan konsistensi bidikan Nafeesa sepanjang pertandingan. Ia tidak hanya kuat di nomor individu, tetapi juga menyumbang poin besar bagi timnya di nomor beregu.

Latihan Dua Jam Setiap Hari Sepulang Sekolah

Menjelang Forkot Makassar 2026, Nafeesa berlatih hampir setiap hari bersama Cheng Hoo Archery School. Durasi latihan sekitar dua jam setelah pulang sekolah, dan bertambah menjadi tiga jam pada akhir pekan di Lapangan Cheng Hoo Archery School.

Persiapan yang dijalani bukan hanya soal teknik memanah. Nafeesa juga menjaga rutinitas ibadah, mengulang hafalan Alquran, dan melatih fokus sebelum bertanding.

"Persiapannya sebelum lomba itu Nafeesa jaga salat, murojaah hafalan, terus latihan fokus pernapasan. Sama Coach disuruh banyak latihan teknik rilis biar bidikannya konsisten. Malam sebelum lomba, Nafeesa juga tidur cepat biar tidak ngantuk pas lomba," ungkap Nafeesa.

Dalam panahan tradisional, ketepatan bidikan tidak hanya ditentukan kemampuan membidik sasaran. Penguasaan teknik, pengaturan pernapasan, dan kemampuan menjaga fokus saat menghadapi tekanan pertandingan sama pentingnya.

Peran Orang Tua, Pelatih, dan Sekolah di Balik Podium

Nafeesa menyadari prestasinya tidak diraih seorang diri. Keluarga menjadi sumber semangat terbesar, terutama karena harus mendampingi latihan yang berjalan beriringan dengan kegiatan sekolah.

"Yang paling banyak membantu itu pertama orang tua yang selalu antar jemput dan mendoakan. Terus Coach Nurhalisah di Cheng Hoo Archery School yang selalu sabar mengajarkan saya. Juga ustazah di SD Al-Qur'an Wahdah Islamiyah 02 Makassar yang selalu kasih semangat dan izin kalau harus latihan. Dan teman-teman beregu aku, Idham dan Adeva," kata Nafeesa.

Dukungan sekolah memberi ruang bagi Nafeesa menjalani latihan tanpa mengabaikan tanggung jawab sebagai pelajar. Di bawah bimbingan Coach Nurhalisah, teknik panahannya terus diasah dan kebiasaan latihan diarahkan.

Pesan untuk Atlet Muda: Berani Coba, Jangan Sedih Kalau Meleset

Prestasi di Forkot Makassar 2026 tidak membuat Nafeesa berhenti belajar. Ia ingin membagi semangat kepada anak-anak lain yang tertarik menekuni panahan tradisional.

"Jangan takut coba, Kak! Kuncinya itu harus berani, fokus, dan jangan lupa berdoa dulu sebelum memanah. Kalau meleset jangan sedih, coba lagi. Latihan yang rajin dan harus jaga adab. Insya Allah bisa juara juga," pesannya.

Bagi Nafeesa, gagal dalam satu bidikan bukan alasan menyerah. Kegagalan menjadi kesempatan memperbaiki teknik dan meningkatkan kemampuan.

Bidik Tiket FORNAS Mewakili Sulawesi Selatan

Setelah tiga gelar di Forkot, Nafeesa menyiapkan target berikutnya. Ia ingin meningkatkan kualitas latihan dan membuka peluang tampil di ajang lebih besar.

"Setelah ini Nafeesa mau lebih rajin lagi latihannya. Targetnya semoga bisa ikut FORNAS mewakili Sulawesi Selatan. Nafeesa mau bikin orang tua bangga, sekolah Wahdah 02, dan Cheng Hoo Archery School bangga lagi," ungkapnya.

Keikutsertaan di FORNAS masih menjadi harapan yang diperjuangkan melalui latihan dan pembinaan berkelanjutan. Tiga prestasi di Forkot Makassar 2026 menjadi modal awal menuju panggung yang lebih tinggi.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: bacaonline.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top