MAKASSAR — Gerakan One Marketplace Sulsel dirancang sebagai kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform Belanja Langsung Barang melalui Order Online (Bajubodo). Inisiatif ini diharapkan mendorong belanja digital di lingkungan perangkat daerah sekaligus memperluas pasar produk lokal.
Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, menyampaikan bahwa platform Bajubodo sebenarnya sudah beroperasi sejak 2023. Namun, pemanfaatannya selama ini masih terpusat di level provinsi.
Dominasi UMKM Makassar Jadi Pemicu Ekspansi
Hingga saat ini, tercatat 30.777 produk telah tayang di Bajubodo dari 1.046 penyedia. Sebagian besar dari mereka adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berdomisili di Kota Makassar.
"Kita mengembangkan, bagaimana tidak hanya pada level provinsi, tapi juga digunakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Gerakan bersama untuk optimalisasi pemanfaatan e-marketplace Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atau kami singkat Gerakan One Marketplace Sulsel," ujar Irawan dalam keterangannya di Makassar, Kamis.
Target Jangka Pendek hingga Panjang GOM Sulsel
Proyek perubahan ini memiliki target bertahap. Dalam jangka pendek, skema pengembangan fungsi e-marketplace disusun dan diterapkan di satu kabupaten serta satu kota.
Selanjutnya, pada jangka menengah, Bajubodo ditargetkan menjadi wadah pemasaran produk UMKM yang menjangkau seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Adapun target jangka panjangnya adalah membangun ekosistem pasar digital yang menghubungkan pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal.
Potensi Transaksi dan Pendapatan Daerah
Nilai transaksi belanja melalui Bajubodo pada 2025 tercatat sebesar Rp45,61 miliar. Angka ini dinilai masih bisa ditingkatkan secara signifikan jika pemerintah kabupaten/kota turut menggunakan platform tersebut untuk belanja kebutuhan perangkat daerah.
"Melalui gerakan One Marketplace Sulsel, diharapkan kolaborasi dan sinergi bersama untuk mengoptimalkan platform e-marketplace Bajubodo," katanya menjelaskan.
Selain memperluas akses pasar, pengembangan GOM Sulsel juga diarahkan untuk menggali potensi peningkatan pendapatan daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.