MAKASSAR — Kesadaran memilah sampah sejak dari rumah menjadi tema utama sosialisasi yang digelar DWP Kota Makassar bersama Bhayangkari Ranting Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber di ibu kota Sulawesi Selatan tersebut.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara, mulai dari penyampaian materi hingga sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Materi yang dibawakan mengacu pada regulasi resmi Pemerintah Kota Makassar mengenai cara pemilahan dan pengelolaan sampah.
Persoalan Sampah Tanggung Jawab Semua Elemen
Komandan Batalyon (Danyon) A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Mursalim M., S.E., M.M., menegaskan bahwa isu sampah tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat agar persoalan ini tertangani dari akarnya.
"Kami menyambut baik kegiatan ini karena persoalan sampah merupakan isu bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran sejak dari lingkungan keluarga agar budaya memilah dan mengelola sampah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari," ujarnya.
Membangun Kebiasaan Baru dari Lingkungan Keluarga
Kerja sama antara organisasi istri aparatur sipil negara dan organisasi istri anggota Polri ini dinilai strategis. Keduanya memiliki jangkauan hingga ke unit terkecil di masyarakat, sehingga pesan tentang pemilahan sampah diharapkan bisa lebih cepat terserap.
Dengan pembiasaan di rumah, volume sampah yang terbuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) bisa ditekan. Selain itu, sampah yang sudah dipilah memiliki nilai ekonomi jika dikelola lebih lanjut.