Pencarian

Disdik Sulsel Prioritaskan Revitalisasi Sekolah di Wilayah 3T, Fasilitas Digital Jadi Fokus Utama

Kamis, 06 Agustus 2026 • 13:15:31 WIB
Disdik Sulsel Prioritaskan Revitalisasi Sekolah di Wilayah 3T, Fasilitas Digital Jadi Fokus Utama
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Iqbal Najamuddin menyampaikan prioritas revitalisasi sekolah di wilayah 3T di Makassar, Rabu.

MAKASSAR — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Iqbal Najamuddin menyatakan revitalisasi sekolah di wilayah 3T menjadi prioritas utama untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan. Kebijakan ini menyasar peserta didik yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran.

"Kebijakan tersebut diarahkan untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, terutama bagi peserta didik yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran di wilayah terpencil," kata Iqbal di Makassar, Rabu.

Perbaikan Fisik dan Penguatan Digital Berjalan Beriringan

Revitalisasi tidak hanya berhenti pada pembangunan dan perbaikan fisik bangunan sekolah. Dinas Pendidikan Sulsel juga mengarahkan program ini untuk memperkuat fasilitas pembelajaran berbasis digital di daerah yang minim akses.

Langkah ini diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi siswa di pelosok untuk mengakses sumber belajar modern. Targetnya, pengalaman pendidikan yang diterima setara dengan siswa di wilayah perkotaan.

Pemprov Sulsel Usulkan Perbaikan ke Sejumlah Wilayah

Pemerintah daerah telah mengusulkan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan. Kondisi geografis Sulsel yang tersebar dengan tantangan akses menjadi pertimbangan utama dalam penentuan lokasi prioritas.

Iqbal menegaskan pemerataan pendidikan tidak hanya soal ketersediaan tenaga pendidik. Lingkungan belajar yang layak, aman, dan mendukung proses pembelajaran juga menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi.

Selaras dengan Program Pusat Rp 14 Triliun

Program revitalisasi ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang pada 2026 memprioritaskan sekolah rusak berat, sekolah di wilayah 3T, serta sekolah terdampak bencana. Secara nasional, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 14 triliun untuk menjangkau puluhan ribu satuan pendidikan.

Bagi Sulawesi Selatan, perbaikan infrastruktur pendidikan diharapkan mampu mengurangi kesenjangan kualitas layanan antara kota dan pelosok. Keterbatasan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Revitalisasi dinilai harus berdampak langsung pada mutu proses belajar mengajar. Pembangunan sarana pendidikan tidak cukup berhenti pada perbaikan fisik, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks