SULAWESI SELATAN — Riset yang dilakukan terhadap para pihak yang berinteraksi dengan Pertamina NRE sepanjang 2025 ini menggunakan metode campuran, menggabungkan survei kuantitatif, wawancara mendalam, dan analisis pembanding industri. Pendekatan itu dirancang untuk memotret tidak hanya tingkat kepuasan, tetapi juga harapan dan kualitas hubungan yang terbangun selama ini.
Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, menyebut hasil survei ini bukan sekadar angka. Baginya, ini adalah cerminan bahwa upaya perusahaan membangun komunikasi yang terbuka dan responsif mulai membuahkan hasil.
"Kepercayaan stakeholder merupakan fondasi penting bagi Pertamina NRE dalam menjalankan perannya sebagai pengembang energi baru dan terbarukan. Peningkatan Stakeholder Satisfaction Index pada tahun ini menjadi cerminan bahwa upaya kami dalam membangun komunikasi yang terbuka, responsif, dan kolaboratif telah memberikan dampak positif," ujar Sri dalam keterangan resminya.
Loyalitas Pemangku Kepentingan Berada di Zona Kompetitif
Selain skor kepuasan, survei itu juga mengukur tingkat loyalitas melalui Net Promoter Score (NPS). Hasilnya, Pertamina NRE mengantongi skor +53,7, sebuah angka yang menempatkan perusahaan pada level advokasi kuat dan kompetitif dibandingkan benchmark industri energi.
Angka tersebut didorong oleh proporsi responden yang masuk kategori promoters—kelompok dengan pengalaman positif dan kepercayaan tinggi—mencapai 56,1%. Mereka adalah pihak-pihak yang bersedia merekomendasikan Pertamina NRE kepada pihak lain berdasarkan pengalamannya.
Strategi Ke Depan: Respons Lebih Cepat dan Informasi Lebih Tepat Waktu
Bagi Pertamina NRE, hasil riset ini menjadi peta jalan untuk perbaikan. Perusahaan berencana memperkuat kualitas layanan dengan komunikasi yang lebih proaktif, penyampaian informasi yang lebih relevan, serta respons yang lebih gesit terhadap kebutuhan para pemangku kepentingan.
"Hasil survei ini tidak hanya menjadi tolok ukur atas kinerja kami, tetapi juga menjadi masukan strategis untuk terus berbenah. Kami percaya, hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan dan kolaborasi akan menjadi modal penting dalam mendukung percepatan transisi energi di Indonesia," tutup Sri.
Ke depan, pengelolaan hubungan stakeholder akan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pengembangan bisnis energi terbarukan perusahaan. Pertamina NRE optimistis penguatan komunikasi dan kolaborasi ini akan memperkokoh kontribusinya terhadap target transisi energi nasional.