Pencarian

Menteri PU Dody Hanggodo Kerahkan Tim Periksa Bangunan Usai Gempa NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 • 13:53:01 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo Kerahkan Tim Periksa Bangunan Usai Gempa NTT
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau lokasi terdampak gempa bumi di Nagekeo, NTT, Selasa (18/8/2026).

Nagekeo — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat proses pendataan dan pemeriksaan bangunan layanan publik yang terkena dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri PU Dody Hanggodo agar bangunan terdampak dipastikan aman digunakan serta kebutuhan penanganan atau perbaikannya dapat segera diidentifikasi.

Prioritas pemeriksaan diberikan pada bangunan yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat, seperti rumah sakit, kantor pemerintahan, fasilitas umum, dan rumah ibadah. "Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani," kata Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau lokasi terdampak bencana di Nagekeo, NTT, Selasa (18/8/2026).

Untuk mempercepat pemeriksaan, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTT menambah personel di lapangan. Sebanyak 11 personel dijadwalkan berangkat dari Kupang menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada Rabu (19/8/2026) untuk memperkuat tiga personel yang sudah berada di lokasi, sehingga total ada 14 personel yang akan melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan dimulai dari Labuan Bajo, mencakup Rumah Sakit Komodo, Kantor Bupati, dan sejumlah bangunan layanan publik lainnya. Setelah Labuan Bajo selesai, tim akan bergerak ke Ruteng dan wilayah lain untuk menyusuri bangunan-bangunan yang terdampak gempa.

Tujuan pemeriksaan ini adalah memberikan kepastian kepada masyarakat dan pengguna bangunan mengenai keamanan fasilitas yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat. Hasilnya nanti menjadi dasar penentuan kebutuhan penanganan maupun perbaikan bangunan.

Penanganan Sarana Dan Prasarana Distribusi Air Bersih

Selain pemeriksaan bangunan, dalam dua hari terakhir Kementerian PU juga telah melakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana air minum di beberapa wilayah terdampak, termasuk Nagekeo, Ende, dan Sikka. Pemeriksaan mencakup Instalasi Pengolahan Air (IPA), jaringan perpipaan, sarana distribusi air, dan tampungan air yang tersedia di masyarakat.

BPBPK NTT melibatkan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk membantu pendataan sarana air minum. Tim tidak hanya inventarisasi, tetapi juga langsung memperbaiki sarana yang mengalami gangguan.

Salah satu perbaikan yang dilakukan adalah di Kabupaten Ende, berupa perbaikan jaringan perpipaan air bersih pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Inpres 2024 IKK Nangaba di Kecamatan Ende. Perbaikan ini agar layanan air minum bisa kembali mendukung kebutuhan warga.

Untuk memperkuat tim, 10 personel tambahan akan diberangkatkan dari Kupang ke Maumere, Ende, dan Nagekeo pada Rabu (19/8/2026). Mereka akan mengecek sarana air minum sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan di lokasi terdampak.

Kementerian PU terus memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak, termasuk pengungsi. Air bersih dan sanitasi menjadi kebutuhan mendasar saat tanggap darurat.

Di Kabupaten Nagekeo, dukungan saat ini meliputi tiga unit Mobil Tangki Air (MTA). Dua unit telah ada di lokasi dan satu unit lainnya merupakan MTA pinjam pakai yang sebelumnya dipakai untuk penanganan banjir Mauponggo, yang bisa dimanfaatkan lagi untuk gempa.

Selain MTA, Kementerian PU juga menyediakan 16 unit Hidran Umum (HU). Delapan unit merupakan dukungan untuk penanganan saat ini, dan delapan unit lainnya pinjam pakai dari banjir Mauponggo. Di Kupang, masih disiagakan dua mobil tangki air dan satu truk tinja.

Kementerian PU tengah menginventarisasi pos-pos pengungsian agar kebutuhan air bersih dan sanitasi terpenuhi cepat, termasuk jika perlu mobilisasi prasarana dari luar NTT seperti dari depo di Surabaya. Sumber air akan dioptimalkan dari sistem PDAM jika jaringan tersedia dan berfungsi, atau menggunakan mobil tangki, hidran umum, tampungan air, dan sarana pendukung lainnya.

Pengiriman bantuan prasarana air bersih dan sanitasi akan terus dilakukan bertahap ke wilayah yang membutuhkan. Ini bagian dari respons cepat untuk memastikan masyarakat terdampak gempa tetap mendapat layanan dasar selama masa tanggap darurat.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks