Pencarian

HUT ke-62 Desa Tenrigangkae Maros Libatkan 50 Lebih UMKM, Batik Sibori hingga Air Bersih Siap Tembus Pasar Makassar

Jumat, 21 Agustus 2026 • 15:43:02 WIB
HUT ke-62 Desa Tenrigangkae Maros Libatkan 50 Lebih UMKM, Batik Sibori hingga Air Bersih Siap Tembus Pasar Makassar
Lebih dari 50 pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di Kabupaten Maros memadati kawasan Perumahan Permata Lion Residence dalam perayaan HUT ke-62 Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai.

Lebih dari 50 pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di Kabupaten Maros memadati kawasan Perumahan Permata Lion Residence dalam perayaan HUT ke-62 Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai. Perhelatan yang berlangsung tiga hari ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi panggung bagi pemerintah desa untuk mempromosikan produk unggulan seperti batik sibori dan layanan air bersih.

MAROS — Perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-62 Desa Tenrigangkae berlangsung meriah di kawasan Perumahan Permata Lion Residence. Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini melibatkan lebih dari 50 pelaku UMKM yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Maros, mulai dari Bantimurung, Tanralili, Pucuk Semangka, Macoppa, hingga Bulubulu.

Ketua Panitia HUT ke-62 Desa Tenrigangkae, H Amir Tunru, mengatakan jumlah peserta pameran masih berpotensi bertambah selama acara berlangsung. Pelibatan pelaku usaha menjadi fokus utama perayaan tahun ini.

UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Warga

Menurut Amir, penyediaan area khusus bagi pedagang bertujuan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. "Supaya mereka bisa berjualan dengan baik, tertib dan menghasilkan hasil ekonomi yang maksimal," jelasnya kepada wartawan di sela acara.

Malam pembukaan juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah bagi warga yang memenangkan berbagai perlombaan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Lomba yang digelar sejak tanggal 10 itu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.

Jejak Sejarah Kerajaan Gowa di Bumi Tenrigangkae

Di balik kemeriahan acara, Desa Tenrigangkae menyimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan keluarga besar Kerajaan Gowa. Kepala Desa Tenrigangkae H Wahyu Febri mengungkapkan, salah satu keluarga kerajaan yang bertugas sebagai penasihat raja pernah ditugaskan ke wilayah Maros dan menetap di kawasan Tokka.

"Anak keduanya akhirnya menjadi galarang, galarang pertama di Tenrigangkae. Setelah itu berlanjut sampai hari ini secara turun-temurun kami sebagai anak cucunya bisa melaksanakan kegiatan ini," kata Wahyu.

Pada masa lalu, wilayah Tenrigangkae disebut memiliki cakupan sangat luas, bahkan hingga kawasan PLTU Tello, Sambotara Maros, dan Masale di Kecamatan Tompobulu.

Batik Sibori dan Air Bersih Jadi Andalan Desa

Memasuki usia 62 tahun, Pemerintah Desa Tenrigangkae tidak ingin berhenti pada perayaan semata. Sejumlah potensi desa mulai disiapkan untuk menembus pasar yang lebih besar, di antaranya batik sibori, layanan air bersih, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Kami ingin menjual dan memamerkan keluar apa yang kami miliki. Salah satunya batik sibori, air bersih, BUMDes yang terus berkembang," jelas Wahyu.

Target pemasaran produk-produk tersebut tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten. Pemerintah desa membuka peluang kolaborasi dengan investor untuk membantu pengembangan ekonomi desa hingga menembus pasar Makassar dan luar Sulawesi Selatan. "Kalau bisa keluar provinsi dengan cara melibatkan para investor untuk maju, untuk membantu kami," pungkasnya.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: menitindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks