Pencarian

Mahasiswa Gizi Unhas Petakan Gizi 110 Warga Pundata Baji, 13 Baduta Tak Imunisasi Lengkap

Jumat, 21 Agustus 2026 • 18:15:01 WIB
Mahasiswa Gizi Unhas Petakan Gizi 110 Warga Pundata Baji, 13 Baduta Tak Imunisasi Lengkap
Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Unhas memetakan kondisi gizi dan kesehatan 110 warga Kelurahan Pundata Baji, Pangkep, sejak 27 Juli hingga 15 Agustus 2026.

PANGKEP — Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin (Unhas) memetakan kondisi gizi dan kesehatan 110 warga Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Hasil pendataan yang berlangsung sejak 27 Juli hingga 15 Agustus 2026 itu mengungkap sejumlah persoalan, mulai dari status imunisasi anak yang belum lengkap hingga indikasi risiko depresi pada ibu menyusui.

Pendataan yang dilakukan melalui rangkaian Evidence Based Learning (EBL) II ini menyasar lima kelompok rentan. Rinciannya, 19 anak di bawah dua tahun (baduta), 28 balita, 16 ibu menyusui, tiga ibu hamil, serta 44 remaja putri.

Imunisasi Dasar Belum Lengkap dan Gizi Kurang pada Baduta

Temuan paling menonjol ada pada kelompok baduta. Sebanyak 13 dari 19 anak atau 68,42 persen tercatat belum memiliki status imunisasi dasar lengkap. Angka ini menjadi perhatian serius karena imunisasi merupakan benteng pertama perlindungan anak dari penyakit menular.

Dari aspek status gizi, tiga baduta masuk kategori kurus berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Tiga lainnya mengalami gizi kurang berdasarkan berat badan menurut umur (BB/U).

Keluhan Infeksi dan Kesehatan Mental Ibu Menyusui

Pada kelompok balita, pilek atau hidung tersumbat menjadi keluhan infeksi yang paling banyak ditemukan. Keluhan tersebut dialami 10 dari 26 balita yang dinilai atau sekitar 38 persen.

Mahasiswa juga melakukan penilaian terhadap kondisi kesehatan mental ibu menyusui. Dari 16 ibu yang menjadi sasaran, sembilan berada dalam kategori normal. Lima orang masuk kategori ringan (mild), sedangkan dua lainnya teridentifikasi memiliki risiko depresi.

Di tengah temuan tersebut, terdapat kabar baik pada tingkat pengetahuan ibu menyusui. Sebanyak 13 orang atau 81,25 persen tercatat memiliki tingkat pengetahuan tinggi terkait pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI). Seluruh ibu hamil yang menjadi sasaran pendataan juga tercatat mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Harapan Kelurahan untuk Kolaborasi Berkelanjutan

Sekretaris Kelurahan Pundata Baji, Agus Salim, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Gizi Unhas yang turun langsung melakukan pendataan dan berinteraksi dengan masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Gizi Unhas. Kegiatan seperti ini sangat baik karena mahasiswa bisa turun langsung ke masyarakat, berinteraksi dengan warga, dan melihat kondisi yang ada secara langsung," ujar Agus.

Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat di Kelurahan Pundata Baji dapat terus berlanjut. "Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus terjalin ke depannya," kata dia.

Rangkaian EBL II ditutup dengan Seminar Akhir yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memaparkan hasil pendataan dan analisis selama berada di Pundata Baji. Data yang diperoleh diharapkan menjadi bahan untuk menentukan prioritas intervensi gizi dan kesehatan yang lebih tepat sasaran di wilayah tersebut.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: matakita.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks