MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengingatkan warganya untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang. Imbauan itu disampaikan di sela kegiatan jalan sehat bersama warga RT-RW 006 Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Minggu (23/8/2026) pagi.
Munafri meminta masyarakat bersama pemerintah mewaspadai sejumlah risiko yang muncul seiring berkurangnya curah hujan. Ia menyebut krisis air bersih, potensi kebakaran, hingga risiko penyakit menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Pemkot Makassar Pastikan Pasokan Air Bersih Aman
Soal ketersediaan air, Munafri menegaskan Pemerintah Kota Makassar akan terus berupaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Ia meminta warga tidak panik namun tetap bijak menggunakan air.
"Kita harus bersama-sama mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin terjadi, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih, potensi kebakaran, hingga risiko munculnya penyakit," ujarnya.
Waspadai Kebakaran: Cek Kompor dan Listrik Sebelum Beraktivitas
Menghadapi potensi kebakaran, Munafri mengimbau warga lebih berhati-hati saat menggunakan listrik dan kompor. Ia juga meminta perokok tidak membuang puntung rokok sembarangan yang bisa memicu api di musim kering.
"Kalau keluar rumah, tolong listriknya diperhatikan. Ibu-ibu kalau sudah masak, pastikan kompornya sudah mati dengan betul. Yang merokok, jangan membuang puntung rokok sembarangan," pesannya.
Selain itu, Munafri meminta camat dan lurah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan layanan pemeriksaan kesehatan tetap berjalan. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi penyakit yang berpotensi lebih cepat menyebar saat kemarau.
Jalan Sehat Jadi Momen Kampanye Makassar Bersih
Kegiatan yang dirangkai dengan senam bersama itu juga dimanfaatkan Munafri untuk mengajak warga menyukseskan program pengelolaan sampah. Ia menekankan penanganan sampah harus dimulai dari kesadaran setiap keluarga memilah dan mengelola sampah dari rumah.
"Program kita adalah Makassar yang clean, memilah sampahnya dan mengelola sampahnya mulai dari rumah," kata Munafri.
Menurutnya, upaya ini penting agar tidak mewariskan lingkungan kotor kepada generasi mendatang. Pengelolaan sampah dari sumbernya juga diharapkan mengurangi beban TPA Tamangapa di Antang.
"Kita tidak ingin mewariskan kepada anak cucu kita ke depan Makassar yang kotor dan jorok. Maka kita harus mulai bersama-sama memastikan Makassar bersih dan mampu mengelola sampahnya sendiri," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Munafri turut mengajak masyarakat memanfaatkan fitur Makassar Move yang tersedia dalam aplikasi Lontara+. Melalui program tersebut, warga dapat mencatat aktivitas fisik seperti berjalan kaki, berlari, jogging, hingga bersepeda.