SULAWESI SELATAN — San Francisco menjadi saksi ledakan antusiasme komunitas Pokémon global. PokémonXP dan Pokémon World Championships 2026 yang digelar di kota itu menarik 50 ribu pengunjung, padahal total pendaftar interest list mencapai 130 ribu orang. Angka tersebut bahkan sudah termasuk peserta kompetisi dan keluarga mereka.
Chris Brown, Director of Global Esports and Events Producer di The Pokémon Company International, mengakui sistem interest list ke lotere adalah satu-satunya cara yang adil untuk mengatasi ledakan peminat. "Setiap kali permintaan jauh melebihi pasokan, interest list ke lotere adalah satu-satunya cara nyata yang bisa kami lakukan," ujar Brown dalam wawancara grup.
Brown menegaskan sistem first come first serve justru akan memperburuk pengalaman fans. Sistem tersebut berisiko membuat server down dan pada akhirnya tetap menguntungkan mereka yang beruntung secara acak.
Workshop dan Autograph Session: Hanya 2.000 dari 50.000 Peserta
Masalah tidak berhenti di tiket masuk. Aktivitas eksklusif seperti sesi tanda tangan seniman dan workshop membuat karakter clay bersama Yuka Morii juga menjadi rebutan. Dari lebih dari 50 ribu pengunjung yang berkesempatan mendaftar, hanya sekitar 2.000 orang yang berhasil mendapatkan slot untuk mengikuti aktivitas spesial tersebut.
Brown menyebut angka itu sebenarnya proporsional dengan tahun-tahun sebelumnya, tapi ia tetap memahami kekecewaan yang dirasakan banyak orang. "Banyak orang mendaftar, banyak yang tidak bisa, dan di situlah lapisan kekecewaan muncul," akunya.
Pihak penyelenggara kini mempertimbangkan sistem baru yang memungkinkan fans menentukan prioritas aktivitas mereka saat mendaftar. "Ada beberapa hal jelas yang bisa kami lakukan untuk membuatnya lebih baik," tambah Brown.
Pin Rally Dibatalkan di Hari Terakhir
Sebuah insiden menarik terjadi di hari terakhir acara. Pin Rally yang semula dijadwalkan berlangsung pada Minggu (29/8) waktu setempat tiba-tiba dibatalkan total. Pihak penyelenggara tidak memberikan alasan resmi, namun dugaan kuat pembatalan ini terkait dengan antrean panjang yang terjadi sepanjang event.
Ironisnya, pin trading justru menjadi salah satu aktivitas dengan skor kepuasan tertinggi di World Championships 2025. Tahun ini, The Pokémon Company menyiapkan 12 stasiun pin trading dengan total 300 ribu pin gratis. "Sekarang kami punya masalah baru. Antrean sangat panjang dan permintaannya besar. Kami akan belajar dan mencoba membuatnya lebih baik," kata Brown.
Target 5 Tahun: Dua Kali Lipat Peserta Kompetitif
Di luar masalah tiket dan antrean, The Pokémon Company memiliki rencana besar untuk memperluas ekosistem kompetitif mereka. Tahun ini, sekitar 3.300 pemain berhasil lolos kualifikasi ke World Championships dari seluruh dunia, dan sekitar 2.700 di antaranya hadir di San Francisco.
Brown menegaskan target mereka dalam lima tahun ke depan adalah menggandakan jumlah peserta kompetitif. Fokus utama akan diarahkan ke divisi Juniors dan Seniors yang saat ini jumlahnya masih timpang dibanding divisi Masters.
"Kami akan bekerja di seluruh pasar global dan ekosistem untuk mencari cara mewujudkannya," jelas Brown. Penyelenggara juga berencana membuka lebih banyak kota tuan rumah di luar Amerika Serikat agar World Championships benar-benar terasa global.
Masa Depan PokémonXP dan Evaluasi Berkelanjutan
Belum ada kepastian apakah PokémonXP akan kembali digelar tahun depan. Brown mengatakan keputusan akan diambil setelah semua feedback dari pengunjung terkumpul dan dievaluasi. Setiap tahun, The Pokémon Company mengukur kepuasan pengunjung melalui survei Net Promoter Score (NPS) dan membaca setiap tanggapan tertulis—tahun lalu saja ada lebih dari 3.000 respons.
Salah satu inovasi yang disorot adalah serial animasi terbaru berjudul Pokémon Tales: The Misadventures of Sirfetch'd & Pichu yang digarap oleh Aardman Animations, studio di balik Wallace and Gromit. Panel khusus yang menghadirkan Presiden dan CEO The Pokémon Company, Tsunekazu Ishihara, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Dengan segala evaluasi yang berjalan, satu hal yang pasti: antusiasme komunitas terhadap Pokémon tidak pernah surut. Justru, tantangan terbesar penyelenggara kini adalah bagaimana mengelola ekspektasi 130 ribu orang yang ingin merasakan pengalaman langsung, sementara kapasitas fisik venue selalu terbatas.