MAKASSAR — Profesor Karta Jayadi merespons tegas isu yang mengaitkan namanya dengan dinamika politik kampus menjelang pemilihan rektor Universitas Negeri Makassar (UNM). Mantan rektor itu menyatakan sikapnya untuk tidak ikut campur dalam kontestasi yang mulai menjadi perhatian sivitas akademika.
“Saya tidak lagi mengurus atau cawe-cawe dalam pemilihan rektor UNM. Biarlah proses itu berjalan sebagaimana mestinya sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Karta dalam keterangan yang diterima di Makassar.
Isu Dukungan ke Salah Satu Bakal Calon Dibantah
Karta membantah keras anggapan bahwa dirinya berada di belakang salah satu bakal calon rektor atau memberikan dukungan kepada figur tertentu. Menurutnya, seluruh dosen yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan memenuhi persyaratan memiliki hak yang sama untuk maju dalam Pilrek UNM.
“Saya tidak mendukung salah satu calon mana pun. Semua nama yang memiliki potensi dan memenuhi syarat dipersilakan untuk maju. Berikan kesempatan kepada sivitas akademika untuk menilai dan menentukan pilihan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Harapan Proses Pilrek yang Demokratis dan Terbuka
Di tengah tahapan Pilrek yang berjalan, Karta berharap proses pemilihan dapat berlangsung secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai-nilai akademik. Ia menilai hal tersebut menjadi kunci untuk melahirkan pemimpin terbaik bagi UNM ke depan.
“Yang terpenting adalah bagaimana UNM mendapatkan rektor terbaik yang mampu membawa kampus ini semakin maju. Mari kita hormati proses dan mekanisme yang telah ditetapkan,” tutupnya.
Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika menjaga suasana yang kondusif selama tahapan Pilrek berlangsung. Karta meminta agar penyebaran informasi yang tidak benar atau spekulasi yang dapat mengganggu jalannya proses pemilihan dihindari.