SULAWESI SELATAN — Roda kepemimpinan di bank sentral akhirnya berganti. Destry Damayanti, yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur Senior, kini resmi memegang kursi tertinggi di Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026-2031. Pelantikan berlangsung di Mahkamah Agung (MA), Rabu (2/9/2026), dalam sebuah prosesi yang juga mengangkat Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur.
Momen ini menjadi titik penting bagi arah kebijakan moneter nasional. Perry Warjiyo memutuskan mundur dari posisinya, meninggalkan warisan kebijakan yang kini harus diteruskan dan disempurnakan oleh kepemimpinan baru di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.
Mengapa Perry Warjiyo Mundur dari Kursi Gubernur BI?
Bahan pemberitaan yang diterima redaksi tidak merinci alasan di balik pengunduran diri Perry. Namun, langkah ini tergolong cepat karena masa jabatannya yang kedua seharusnya baru berakhir pada 2028. Pergantian kepemimpinan di tengah periode berjalan lazim terjadi karena sejumlah faktor, termasuk alasan kesehatan, kepentingan nasional, atau kesempatan karier baru.
Terlepas dari penyebabnya, transisi ini terjadi saat bank sentral tengah getol menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Tekanan eksternal, terutama dari kebijakan suku bunga The Fed di Amerika Serikat, masih menjadi pekerjaan rumah yang menanti langkah konkret Destry dan jajaran Dewan Gubernur yang baru.
Prosesi Pelantikan dan Komitmen Integritas
Prosesi sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Hakim Agung MA, Sunarto. Sebelum pengucapan sumpah, Sunarto menanyakan kesediaan ketiga pimpinan BI untuk mengucapkan sumpah sesuai dengan agama masing-masing. Pertanyaan itu dijawab serentak dengan "Bersedia" oleh Destry, Aida, dan Solikin.
"Menimbang, mengingat, dan seterusnya, memutuskan, menetapkan, dan seterusnya, mengangkat Dewan Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031, masing-masing Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia," ucap protokoler saat memulai prosesi, Rabu (2/9/2026).
Dalam sumpahnya, mereka berkomitmen menjalankan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab, serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan kewenangan sebagai pimpinan bank sentral.
Transisi Mulus dan Amanah Baru di Tengah Pasar
Pola rotasi ini menyerupai estafet yang sudah dirancang. Destry menggantikan Perry, Aida mengisi posisi lama Destry, dan Solikin naik ke posisi yang sebelumnya ditempati Aida. Model seperti ini memberikan kontinuitas kebijakan, sebuah sinyal positif bagi pasar yang kerap sensitif terhadap ketidakpastian.
Para pelaku pasar kini mencermati sinyal pertama dari Gubernur baru terkait arah suku bunga acuan. Keputusan BI rate pada RDG berikutnya akan menjadi ujian nyata bagi kemampuan Destry dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.
Amanah besar kini di pundak Destry. Ia tidak hanya mewarisi kursi kepemimpinan, tetapi juga kepercayaan publik untuk menjaga daya beli masyarakat dan momentum pemulihan ekonomi nasional yang masih berjalan.