SULAWESI SELATAN — Indeks lalu sedikit memangkas penguatannya menjadi 0,40 persen ke level 6.622 beberapa menit setelah pembukaan. Di sisi lain, 175 saham melemah dan 461 saham lainnya stagnan, menandakan laju indeks masih ditopang aksi beli selektif investor.
Indeks utama lainnya turut bergerak seirama. LQ45 naik 0,37 persen ke 654, JII melesat 0,84 persen ke 396, MNC36 menguat 0,33 persen ke 285, dan IDX30 bertambah 0,24 persen ke 366.
Dua Sektor Jadi Pengecualian di Tengah Penguatan
Mayoritas indeks sektoral menghijau pada sesi awal perdagangan. Energi, konsumer siklikal, bahan baku, konsumer non-siklikal, infrastruktur, transportasi, industri, properti, hingga kesehatan kompak mencatatkan kenaikan.Sektor keuangan dan teknologi menjadi dua pengecualian yang justru melemah. Kondisi ini menarik dicermati mengingat sektor keuangan sering menjadi penopang utama pergerakan IHSG. Investor tampak melakukan rotasi portofolio ke sektor lain yang dianggap lebih prospektif pada sesi ini.
Saham Paling Aktif di Awal Perdagangan
Di papan perdagangan, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) memimpin jajaran top gainers. Menyusul di belakangnya, PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) juga mencatatkan kenaikan harga yang signifikan.Sebaliknya, posisi top losers dihuni oleh Reksa Dana Pinnacle Enhanced Liquid ETF, DIRE Ciptadana Properti Perhotelan Padjajaran, serta PT Global Digital Niaga Tbk (BELI). Pelemahan saham BELI menjadi catatan tersendiri karena emiten e-commerce tersebut sedang menjadi perhatian pelaku pasar.
Dengan transaksi awal yang sudah menyentuh Rp1 triliun, likuiditas pasar terbilang aktif sejak pembukaan. Investor masih mencermati kelanjutan penguatan ini hingga akhir sesi, terutama dari pergerakan saham perbankan yang belum mampu berbalik arah.