Pencarian

Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX Resmi Meluncur, Target Juara KMHE 2026

Kamis, 03 September 2026 • 19:17:01 WIB
Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX Resmi Meluncur, Target Juara KMHE 2026
Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX resmi diluncurkan sebagai persiapan menuju Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026.

SULAWESI SELATAN — Dua kendaraan yang diluncurkan di Surabaya itu mewakili kategori yang berbeda. Nogogeni XI EVO tampil sebagai mobil urban electric yang mengutamakan optimalisasi sistem penggerak dan peringanan bobot rangka. Sementara Nogogeni IX berada di kelas urban ethanol, dengan fokus pada peningkatan efisiensi mesin.

Perbedaan perlakuan itu dipilih sesuai sumber energi masing-masing unit. Hafiz Diandra Pratama, General Manager Tim Nogogeni ITS, menyebut pembaruan mencakup konstruksi mesin, sistem transmisi, hingga upaya menekan gesekan komponen.

"Dengan rancangan mesin tersebut bisa membuat losses mobil menjadi lebih sedikit dan efisiensinya meningkat," ujarnya.

Strategi ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi generasi sebelumnya. Tim memastikan target keluar sebagai pemenang tetap dipertahankan untuk KMHE 2026 yang dijadwalkan akhir September atau awal Oktober tahun ini.

Uji Coba di Sirkuit GBT Jadi Tolok Ukur Kesiapan

Sebelum diluncurkan, kedua mobil sudah melewati serangkaian pengujian langsung di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Akses ini diberikan agar mahasiswa bisa mengukur performa aktual kendaraan di lintasan.

Dedy Zulhidayat Noor, Pembina Tim Nogogeni ITS, menjelaskan pengujian tersebut membantu tim dalam memodifikasi rasio gigi dan mengevaluasi aspek teknis lain. "Jadi mahasiswa dapat mengukur performa kendaraan, modifikasi rasio gigi, serta mengevaluasi aspek teknis sebelum turun berlaga," kata dosen Departemen Teknik Mesin Industri ITS itu.

Kesempatan ini menjadi penting karena efisiensi mobil balap tidak hanya ditentukan spesifikasi mesin. Karakter lintasan, strategi berkendara, dan tunning juga menentukan konsumsi energi.

Dukungan Kampus untuk Prestasi dan Karier Mahasiswa

Persiapan menuju KMHE 2026 tidak berjalan sendiri. Direktur Kemahasiswaan ITS, Nur Syahroni, memastikan kampus memberikan dukungan fasilitas, materi, dan pendampingan selama proses riset.

"Dengan itu, mahasiswa dapat termotivasi untuk terus berkompetisi dan mempertahankan prestasi gemilang dari tahun ke tahun," tutur dosen Departemen Teknik Kelautan tersebut.

Ada pula insentif bagi tim yang berprestasi berupa rekomendasi ke perusahaan mitra ITS. Nur Syahroni berharap pengalaman kompetisi tidak berhenti pada piala, tetapi menjadi modal karier setelah lulus.

Bekal Menuju Shell Eco-marathon dan Kontribusi SDGs

Setelah KMHE, Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX akan terus dikembangkan untuk proyeksi kompetisi internasional. Salah satu ajang yang menjadi sasaran berikutnya adalah Shell Eco-marathon (SEM), yang mempertemukan tim mahasiswa dari berbagai negara.

Riset kendaraan hemat energi ini sekaligus diselaraskan dengan program pembangunan berkelanjutan. Efisiensi energi pada kendaraan menjadi bagian dari upaya mencapai target Energi Bersih dan Terjangkau (SDGs poin 7) serta Penanganan Perubahan Iklim (SDGs poin 13).

Tim optimistis menghadapi lomba di Jember tahun ini. "Kami sudah siap juara kembali, setelah sukses melakukan serangkaian uji coba dengan peningkatan hasil efisiensi yang signifikan dari tahun lalu," tegas Hafiz. Dengan hasil pengembangan yang sudah teruji, dua mobil ini akan menjadi andalan tim dalam merebut posisi pertama pada KMHE pekan-pekan mendatang.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lentera.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks