Pencarian

Harga Cabai di Sulsel Melonjak Jadi Rp 85 Ribu per Kilogram, Kekeringan El Nino Pangkas Produksi Petani

Minggu, 27 September 2026 • 11:04:02 WIB
Harga Cabai di Sulsel Melonjak Jadi Rp 85 Ribu per Kilogram, Kekeringan El Nino Pangkas Produksi Petani
Harga cabai rawit di pasar Makassar melonjak hingga Rp 85 ribu per kilogram akibat kekeringan El Nino.

Harga cabai di Sulawesi Selatan melonjak hingga Rp 85 ribu per kilogram dari harga normal sekitar Rp 50 ribu akibat kekeringan panjang yang dipicu fenomena El Nino. Dinas Ketahanan Pangan Sulsel mencatat kenaikan harga di tingkat petani sudah menembus kisaran Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram. Pemerintah provinsi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah menyiapkan sejumlah opsi intervensi pasar untuk menekan lonjakan harga.

MAKASSAR — Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan Muhammad Ilyas menyatakan kekeringan yang berkepanjangan membuat produksi cabai di tingkat petani berkurang drastis. Kondisi itu langsung mendorong harga jual di pasaran melambung jauh dari biasanya.

Kenaikan harga cabai dari petani saat ini berada di kisaran Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram. Sementara di tingkat pengecer, harga cabai rawit menembus Rp 70 ribu sampai Rp 85 ribu per kilogram, naik sekitar 70 persen dibanding harga normal Rp 50 ribu per kilogram.

El Nino Pangkas Hasil Panen di Tingkat Petani

Ilyas menjelaskan, kekeringan yang terjadi mengakibatkan produksi berkurang dan berujung pada harga cabai terus naik. Menurut dia, kenaikan harga dari petani saat ini berada di kisaran Rp 65 ribu-Rp 70 ribu per kilogram.

"Biasanya cuma Rp 50 ribu, sekarang sudah Rp 85 ribu. Kenaikan harga dipengaruhi kondisi di tingkat petani. Harga cabai dari petani saat ini berada di kisaran Rp 65 ribu-Rp 70 ribu per kilogram," ujar Ilyas di Makassar.

Dia menyebut kenaikan harga cabai menjadi perhatian pemerintah setelah mendapat arahan Gubernur Sulsel untuk segera melakukan pemantauan dan intervensi pasar.

Operasi Pasar Digelar di Pasar Terong dan Pa'baeng-baeng

Sebelumnya, operasi pasar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan dan sejumlah instansi terkait digelar di Pasar Terong dan Pasar Pa'baeng-baeng, Makassar. Pemantauan TPID menemukan harga cabai rawit mengalami kenaikan cukup signifikan.

Jika sebelumnya berada di kisaran Rp 50 ribu per kilogram, kini harganya mencapai sekitar Rp 70 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram. TPID juga akan memantau distribusi cabai dari Sulsel ke daerah lain untuk memastikan kebutuhan masyarakat Sulsel tetap terpenuhi.

"Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk melakukan langkah stabilisasi, termasuk melalui Gerakan Pangan Murah dan kerja sama antardaerah," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Firman Hidayat.

Opsi Intervensi: Gerakan Pangan Murah hingga Dukungan Biaya Transportasi

TPID bersama instansi terkait selanjutnya akan membahas sejumlah opsi intervensi. Langkah yang dipertimbangkan mencakup Gerakan Pangan Murah, penguatan kerja sama antardaerah, pemantauan distribusi, hingga kemungkinan dukungan biaya transportasi bagi pengecer.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan kenaikan harga pangan. Daya beli masyarakat di Sulawesi Selatan menjadi pertimbangan utama dalam menyusun intervensi lanjutan.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks