BPBD Kota Makassar menyalurkan 7.191.000 liter air bersih untuk 26.000 kepala keluarga atau 98.664 jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan terdampak kekeringan ekstrem. Distribusi berjalan seiring status tanggap darurat kekeringan yang ditetapkan di kota itu, dengan 332 titik distribusi menjangkau 1.646 rukun tetangga. BPBD mengerahkan 25 mobil tangki berkapasitas 4.400 liter per unit untuk mempercepat penyaluran.
MAKASSAR — BPBD Kota Makassar mengubah pola distribusi air bersih bagi warga terdampak kemarau panjang. Jika sebelumnya warga harus mengantre membawa jerigen untuk diisi satu per satu dari mobil tangki, kini tandon air ditempatkan di sejumlah lokasi yang telah melalui proses asesmen.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli Tahar menyatakan penempatan tandon memungkinkan warga mengambil air secara mandiri. Cara itu sekaligus mempercepat proses distribusi agar bantuan menjangkau lebih banyak warga dalam waktu lebih singkat.
"Dengan adanya tandon di lokasi-lokasi terdampak yang menjadi tempat berkumpul masyarakat, efektivitas penyaluran meningkat," kata Fadli melalui keterangan rilisnya di Makassar.
25 Mobil Tangki Beroperasi Setiap Hari
Operasi kemanusiaan itu didukung 25 mobil tangki yang setiap hari disalurkan ke beberapa titik kecamatan. Masing-masing kendaraan berkapasitas angkut sekitar 4.400 liter air dan dapat melakukan dua hingga tiga kali distribusi dalam sehari.
Total air bersih yang telah disalurkan mencapai 7.191.000 liter. Bantuan tersebut menjangkau 1.646 RT dengan 332 titik distribusi untuk 26.000 warga.
"Hingga saat ini, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 7.191.000 liter. Bantuan tersebut menjangkau 1.646 rukun tetangga (RT), dengan 332 titik distribusi untuk 26 ribu warga," ujar Fadli.
Status Tanggap Darurat Kekeringan Masih Berlaku
Penyaluran air bersih terus berjalan seiring status tanggap darurat kekeringan yang ditetapkan di Kota Makassar. Status itu menjadi dasar BPBD melanjutkan kegiatan distribusi hingga kondisi kekeringan berangsur pulih.
Fadli menyebut dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan operasi kemanusiaan tersebut tetap berlangsung. Menurutnya, kebutuhan dasar masyarakat harus tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
"Untuk penanganan kondisi kekeringan di Kota Makassar, sesuai dengan status tanggap darurat, kami terus mendapatkan dukungan untuk melanjutkan kegiatan ini," ujarnya.
98.664 Jiwa Terdampak di Sembilan Kecamatan
Distribusi air bersih menjangkau 26.000 kepala keluarga atau setara 98.664 jiwa. Warga terdampak tersebar di sembilan kecamatan yang masuk wilayah asesmen BPBD Makassar.
Kemarau panjang membuat sumber air warga mengering, sehingga bantuan air bersih menjadi kebutuhan dasar harian. BPBD menempatkan tandon di lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpul masyarakat agar pengambilan air tidak menumpuk di satu titik.
Distribusi air bersih masih berlanjut selama status tanggap darurat kekeringan belum dicabut. BPBD Makassar memastikan operasi kemanusiaan berjalan hingga kondisi kekeringan berangsur pulih.