Pencarian

Kualitas Udara di Sulsel Masih Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Maros Capai 85,3 Mikrogram per Meter Kubik

Senin, 12 Oktober 2026 • 10:47:31 WIB
Kualitas Udara di Sulsel Masih Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Maros Capai 85,3 Mikrogram per Meter Kubik
Kualitas udara di Sulawesi Selatan terpantau tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 di Maros mencapai 85,3 mikrogram per meter kubik.

MAKASSAR — Penurunan kualitas udara di Sulawesi Selatan terjadi terutama pada pagi hingga menjelang siang hari. Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Sulsel, Rizky Yudha, menyatakan penyebaran partikulat hampir merata di setiap kabupaten dan kota di provinsi itu, kecuali Sulsel bagian utara.

"Secara penyebaran partikulatnya hampir merata Se Sulsel, kecuali Sulsel bagian Utara. Tapi untuk melihat nilai masing-masing kabupaten perlu dicek juga datanya di Dinkes atau DLH," kata Rizky kepada wartawan, Senin (12/10/2026).

Rizky menyebut konsentrasi PM2.5 di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan di Maros mencapai 85,3 mikrogram per meter kubik (µg/m3). Angka itu menempatkan kualitas udara pada kategori tidak sehat.

"Partikulatnya, sampai hari ini PM2.5 dan untuk hari ini, masih menunjukkan kategori Tidak Sehat. Potensinya seperti itu, tapi hal ini juga bergantung dari sumber polutannya dan arah anginnya. Jika sumbernya berkurang atau anginnya berubah, kualitas udaranya bisa lebih membaik," jelasnya.

Asap Karhutla dan Pergerakan Angin Jadi Pemicu Utama

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Fadli Tahar, menyebut asap kebakaran hutan dan lahan serta pergerakan angin sebagai faktor utama yang patut diwaspadai masyarakat.

"Kabut asap bukan sekadar membuat langit terlihat suram. Di balik udara yang tampak biasa, terdapat partikel polutan berukuran sangat kecil yang berpotensi masuk jauh ke dalam paru-paru dan mengancam kesehatan," tegasnya.

Fadli mengingatkan warga Makassar agar tidak menyepelekan kondisi ini dan mengambil langkah perlindungan sejak dini. Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, kualitas udara di Makassar, Maros, Gowa, dan sekitarnya berpotensi berada pada kategori sedang hingga tidak sehat sampai sekitar 13 Oktober 2026.

Potensi itu terutama terjadi pada pagi hingga menjelang siang. Kondisi aktual dapat berubah mengikuti cuaca, arah angin, dan sumber emisi sehingga masyarakat perlu mengikuti pembaruan terbaru dari BMKG.

"Jangan menunggu sampai mengalami sesak napas untuk mulai melindungi diri. Ketika kualitas udara memburuk, kurangi aktivitas di luar ruangan, gunakan masker yang sesuai jika harus keluar, dan lindungi anak-anak serta anggota keluarga yang rentan," ujarnya.

Asap Kiriman dari Kalimantan, Papua, dan Maluku

Data BMKG menunjukkan penurunan kualitas udara dapat bersumber dari karhutla di Kalimantan yang terbawa angin menuju Sulsel. Pergerakan angin dari arah timur juga memungkinkan asap dari kawasan Papua dan Maluku sampai ke wilayah Sulawesi Selatan, di samping kontribusi dari kebakaran lahan lokal.

Fadli mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan sumber asap hanya dari penglihatan visual semata. Menurutnya, analisis resmi BMKG tetap menjadi acuan utama.

"Karena itu, masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan asal kabut asap hanya berdasarkan penampakan visual. Pemantauan kualitas udara, arah angin, dan informasi kebakaran dari instansi berwenang tetap menjadi acuan utama," tukasnya.

Gubernur Minta Warga Disiplin Pakai Masker

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang memburuk. Ia menyebut polutan yang masuk ke Sulsel berasal dari kiriman wilayah barat maupun timur.

"Jadi, saya mengimbau karena kondisi udara di Sulawesi Selatan ini terdapat kiriman-kiriman dari barat maupun dari timur sehingga nilai polutannya pada ambang yang kemudian menjadi perhatian di bidang kesehatan," ujar Andi Sudirman.

Andi Sudirman berharap warga yang beraktivitas di luar ruangan dalam durasi cukup lama dapat disiplin menggunakan perlindungan diri.

"Kita berharap ketika warga kami tercinta bekerja di luar untuk waktu-waktu yang durasi lama atau kurun waktu tertentu, dapat menggunakan masker dalam aktivitas kesehariannya," lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga imunitas dan menerapkan protokol kesehatan jika mulai merasakan gejala gangguan kesehatan.

"Jika ada yang terdampak seperti mungkin flu dan sebagainya, agar memperhatikan asupan nutrisi serta menjalankan protap-protap kesehatan. Yang paling penting, semua masyarakat memperhatikan imbauan resmi dan menyesuaikan diri," tutup Andi Sudirman.

Luwu Utara dan Pinrang Berpotensi Hujan

BMKG Wilayah IV Makassar memprediksi hujan turun di dua daerah Sulawesi Selatan pada Senin (12/10/2026), yakni Kabupaten Luwu Utara dan Pinrang. Luwu Utara berpotensi hujan pada pagi hari, sementara Pinrang pada sore hari.

Daerah lain masih mengalami udara panas, termasuk Kota Makassar. Angin kencang juga diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Sulsel.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: journalistindependent.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks