MAKASSAR — Program voucher belanja bersubsidi itu digulirkan untuk mendorong transaksi produk lokal sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh produk pangan dan kuliner dengan harga lebih terjangkau. Skema subsidi ini merupakan inisiatif Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang menyasar langsung pelaku UMKM dan konsumen.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Andi Winarno Eka Putra menyebut program tersebut dirancang agar manfaatnya terasa langsung di lapak-lapak UMKM. Menurut dia, stimulus belanja dibutuhkan supaya perputaran uang selama kegiatan tidak berhenti di pengunjung.
"Pasar murah Sulsel Expo Culinary ini, kami ingin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Voucher belanja ini menjadi salah satu stimulus agar transaksi produk lokal semakin meningkat," kata Andi Winarno di Makassar, Jumat.
Mekanisme Voucher: Belanja Rp100 Ribu, Potongan Rp50 Ribu
Panitia membagikan 20.000 kupon belanja selama tiga hari pelaksanaan. Setiap transaksi pembelanjaan minimal Rp100 ribu di stand peserta memberi pembeli voucher potongan senilai Rp50 ribu.
Dengan rasio potongan separuh nilai belanja, skema ini diharapkan menaikkan minat warga mendatangi stand UMKM dibanding sekadar melihat-lihat. Perputaran ekonomi selama kegiatan pun ikut terdorong.
58 Tenant dari 24 Kabupaten/Kota Ikut Meramaikan
Pasar murah ini diikuti 58 tenant. Pesertanya berasal dari UMKM binaan organisasi wanita Forkopimda Sulsel, TP PKK Provinsi Sulsel, Dekranasda Sulsel, Dharma Wanita Provinsi Sulsel, 24 kabupaten/kota, serta UMKM binaan PLUT Sulsel.
Andi Winarno menegaskan ajang ini menjadi ruang promosi produk unggulan daerah. "Sesuai arahan dari Pak Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bahwa program ini menjadi ruang promosi yang efektif bagi produk unggulan dari berbagai kabupaten kota dan masyarakat pelaku UMKM lokal kita," jelasnya.
Bagian dari Rangkaian Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan
Sulsel Expo & Culinary merupakan rangkaian Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diklaim memberi dampak nyata bagi peningkatan transaksi, pendapatan pelaku UMKM, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah provinsi berharap skema subsidi serupa bisa memperluas pasar produk lokal. Bagi warga Makassar dan sekitarnya, Pasar Murah di Lapangan Hasanuddin menjadi kesempatan belanja kebutuhan pangan dan kuliner dengan harga lebih ringan selama 16-18 Oktober 2026.