SULAWESI SELATAN — Nilai tukar petani padi dan jagung naik dari 116 pada 2024 menjadi 131 pada 2026 setelah pemerintah menggenjot program swasembada pangan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut kenaikan itu sebagai bukti petani kini bisa makan bergizi, menyekolahkan anak, bahkan mengangsur motor.
Zulkifli menyampaikan hal tersebut dalam acara Agrifood Forum 2026 bertajuk "Swasembada Protein & Peluang Pangan Global" di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (19/10). Forum itu menghadirkan sejumlah menteri, pejabat pemerintah, dan pimpinan BUMN.
Mengapa Swasembada Disebut Soal Kehormatan
Menurut Zulhas, urusan pangan bukan sekadar apa yang tersaji di meja makan. Pangan, katanya, adalah gambaran peradaban suatu bangsa.
"Kenapa harus swasembada? Karena swasembada itu kedaulatan. Kedaulatan itu kehormatan," ujar Zulkifli dalam forum tersebut.
Politikus PAN itu menegaskan tidak ada negara maju yang tidak berdaulat di bidang pangan. Karena itu, swasembada menjadi kebijakan utama pemerintahan Prabowo.
Deretan Impor Pangan 2024 yang Jadi Sorotan
Zulhas membeberkan kondisi impor pangan Indonesia sebelum kebijakan swasembada digenjot. Hampir seluruh jenis pangan, menurutnya, didatangkan dari luar negeri.
- Beras: 4,5 juta ton pada 2024
- Gula: 6 juta ton pada 2024
- Garam: hampir 3 juta ton
- Kedelai: hampir 3 juta ton
- Terigu: 13 juta ton
Kebijakan impor itu, kata Zulhas, lebih menguntungkan produsen luar negeri. Petani, nelayan, dan peternak dalam negeri justru tertekan dan menjadi tidak produktif.
Dampak ke Petani, Nelayan, dan Peternak
Pemerintah mengarahkan sokongan tidak hanya ke petani padi dan jagung. Nelayan akan mendapat dukungan melalui pembangunan Kampung Nelayan yang menyediakan sarana, prasarana, dan modal.
Untuk 2026, pemerintah mempercepat produksi susu dan daging. Zulhas berharap percepatan itu ditempuh lewat integrasi kebun sawit dengan penggembalaan sapi.
"Petani kita sudah lumayan. Dia bisa makan yang bergizi. Dia sudah bisa belikan pakaian anak-anaknya. Dia sudah bisa menyekolahkan anak-anaknya dengan bagus. Bahkan, dia sudah bisa ngangsur motor," klaim Zulhas.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha Pangan
Bagi pelaku industri pangan, arah kebijakan ini memberi sinyal bahwa pasokan bahan baku lokal akan menjadi prioritas. Importir beras, gula, garam, dan kedelai perlu mengantisipasi pengetatan kuota impor seiring target swasembada.
Di sisi lain, produsen dalam negeri mendapat insentif pasar yang lebih besar. Risikonya ada pada kualitas dan konsistensi pasokan, terutama jika produksi domestik belum menutup kebutuhan industri secara penuh.
Agrifood Forum 2026 sendiri berlangsung dalam tiga sesi: "Protein untuk Indonesia", keynote speech dan diskusi bersama Menko Pangan, serta panel "Dari Swasembada ke Daya Saing Pangan".