Pencarian

Gas Lepas Pantai Kalimantan Timur Mulai Mengalir 290 MMSCFD

Kamis, 22 Oktober 2026 • 15:52:31 WIB
Gas Lepas Pantai Kalimantan Timur Mulai Mengalir 290 MMSCFD
Menteri Bahlil Lahadalia meresmikan aliran gas perdana dari sumur JNE#6 dan fasilitas MAHA-South Hub di FPU Jangkrik, Selat Makassar.

SULAWESI SELATAN — Fasilitas produksi lepas pantai di Selat Makassar, Kalimantan Timur, mulai menyalurkan gas bumi tambahan hingga 290 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) per Kamis (22/10/2026). Tambahan pasokan dari sumur Jangkring North East JNE#6 dan lapangan MAHA-South Hub menopang target produksi gas nasional di tengah permintaan yang terus naik.

Peresmian aliran gas perdana dari sumur JNE#6 dan fasilitas MAHA-South Hub dilakukan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia di Floating Production Unit (FPU) Jangkrik, Selat Makassar. Sumur JNE#6 mulai mengalirkan 60 mmscfd, sementara lapangan MAHA-South Hub menyiapkan tambahan 230 mmscfd yang dijadwalkan berproduksi penuh pada akhir bulan.

Bahlil menyebut angka itu bukan pencapaian kecil. Menurutnya, tambahan pasokan dibutuhkan untuk menutup kebutuhan gas dalam negeri yang terus tumbuh, terutama dari sektor industri dan pembangkit listrik.

Kontribusi ke Produksi Gas Nasional

Dengan masuknya aliran baru, total pasokan gas dari lapangan lepas pantai di kawasan itu diperkirakan menembus 750 mmscfd. Sebelumnya, produksi eksisting di kawasan tersebut berada di kisaran 450 mmscfd.

"Sekarang berarti overall sudah mencapai 750 (mmscfd) karena eksisting kurang lebih sekitar 450 mmscfd, sekarang tambah lagi kurang lebih sekitar 300 mmscfd," ujar Bahlil di lokasi peresmian.

Fasilitas JNE#6 dan MAHA-South Hub dikelola oleh Searah Muara Bakau, bagian dari Searah, perusahaan patungan antara Eni S.p.A asal Italia dan Petronas dari Malaysia. Searah berstatus Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang menggarap kawasan Cekungan Kutai.

Siapa yang Merasakan Tambahan Pasokan

Aliran gas dari Selat Makassar masuk ke jaringan pasokan yang memasok kilang LNG dan industri di Kalimantan Timur. Bagi pelanggan listrik dan pabrik di kawasan timur Indonesia, tambahan 290 mmscfd memberi ruang lebih longgar saat permintaan gas memuncak.

Pemerintah menempatkan proyek ini dalam kerangka Asta Cita, khususnya kedaulatan energi. Bahlil menegaskan pencarian sumber energi tidak berhenti di darat, tetapi juga menyasar lepas pantai.

"Ini adalah sebagai bentuk keseriusan pemerintah dan seluruh perusahaan, terutama Searah dan Eni, dalam mewujudkan Asta Cita Bapak Presiden," tuturnya.

MedcoEnergi Masuk 10 Persen

Sebelum aliran perdana ini, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menandatangani kesepakatan dengan Eni S.p.A. untuk mengakuisisi hak partisipasi non-operator sebesar 10% di empat Kontrak Bagi Hasil (PSC) di Cekungan Kutai.

Keempat PSC itu adalah Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal. Cakupannya meliputi aset produksi, pengembangan, dan eksplorasi, termasuk penemuan gas berskala besar Geliga yang baru-baru ini diumumkan.

CEO MedcoEnergi Ronald Gunawan menyatakan transaksi itu melengkapi portofolio perseroan di Indonesia dan memperluas kehadiran dalam rantai pasokan LNG yang sudah terbangun.

"Langkah ini juga memperkuat basis produksi jangka panjang kami dengan aset yang telah berproduksi dan proyek pengembangan gas berskala besar," ujar Ronald di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Keempat PSC masih dioperasikan Searah. Akuisisi MedcoEnergi baru efektif setelah seluruh persyaratan terpenuhi, termasuk persetujuan Pemerintah Indonesia.

Bagi industri gas nasional, aliran perdana dari Selat Makassar menambah bantalan pasokan saat lapangan-lapangan tua di Jawa dan Sumatera mengalami penurunan alamiah. Jika jadwal berjalan sesuai rencana, tambahan 290 mmscfd menjadi salah satu penopang terbesar produksi gas lepas pantai tahun ini.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks