Camat Mariso Pimpin Pembongkaran 178 Lapak PKL yang Kuasai Fasum Selama 53 Tahun, Sebagian Dibongkar Mandiri

Penulis: Hendra Setiawan  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 20:34:01 WIB
Camat Mariso memimpin apel gabungan sebelum penertiban lapak PKL di empat kelurahan.

MAKASSAR — Penertiban lapak PKL di empat kelurahan di Kecamatan Mariso berlangsung tanpa perlawanan. Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, menyebutkan dari total 178 lapak yang ditertibkan, sebagian besar dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Hanya beberapa lapak yang membutuhkan bantuan alat berat karena konstruksinya permanen.

Lapak Terbanyak di Mariso dan Panambungan

Rincian penertiban tersebar di empat kelurahan. Kelurahan Mariso menjadi wilayah dengan jumlah lapak terbanyak, yakni 55 unit. Disusul Kelurahan Panambungan sebanyak 54 lapak, Kelurahan Kunjung Mae 46 lapak, dan Kelurahan Mario sebanyak 23 lapak.

Pemerintah Kecamatan Mariso memastikan proses ini telah melalui tahapan prosedural yang panjang. Sebelum pembongkaran, para pedagang telah mendapatkan tiga kali surat teguran dan satu surat pemberitahuan batas waktu pembongkaran selama 2x24 jam.

Kisah Pedagang Ikan Bakar yang Berjualan Sejak SMP

Salah satu cerita yang menonjol dalam penertiban ini adalah seorang pedagang ikan bakar di depan Stadion Mattoanging. Pria yang kini berusia 53 tahun itu diketahui telah membantu orang tuanya berjualan sejak masih duduk di bangku SMP, atau sudah berlangsung lebih dari 40 tahun.

"Alhamdulillah, sebagian besar pedagang telah melakukan pembongkaran secara mandiri," ujar Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, Kamis (14/5/2026).

Ada Satu Lapak yang Klaim Miliki Lahan Sendiri

Dalam proses penertiban, petugas menemukan satu lapak di Jalan Nuri yang belum dibongkar. Pemiliknya mengklaim memiliki hak atas lahan tersebut. Pihak kecamatan memastikan akan menindaklanjuti klaim itu melalui proses verifikasi untuk memastikan status kepemilikan lahan.

"Ini akan kami tindak lanjuti untuk memastikan apakah itu benar milik pribadi atau merupakan fasilitas umum milik Pemerintah Kota Makassar. Pendekatan yang kami lakukan tetap persuasif dan humanis," jelas Syahrir.

Apel Gabungan Sebelum Pembongkaran

Sebelum kegiatan dimulai, digelar apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Camat Mariso, didampingi Sekretaris Camat Andi Muhammad Kamil Yamin dan Kepala Seksi Trantib Kecamatan Mariso, Rusdi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasatpol PP Kota Makassar, Hasanuddin, beserta jajaran, Kabid Linmas Provinsi Sulawesi Selatan, Fahlevi, Danramil Mariso, serta personel Polsek Mariso.

Para lurah dari empat wilayah terdampak turut hadir, yakni Lurah Mariso Muhammad Jufri, Lurah Panambungan Andi Tenri Leleang, Lurah Kunjung Mae Syaifuddin, dan Lurah Mario Ronny Prabowo. Personel yang dilibatkan terdiri dari BKO Satpol PP Kecamatan Mariso, Satpol PP Kota Makassar, Satpol PP Provinsi Sulawesi Selatan, unsur pengamanan dari Polsek dan Koramil Mariso, serta dukungan Satlinmas, Ketua RT, dan Ketua RW.

Penertiban ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Makassar dalam menata kawasan perkotaan agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus mengembalikan fungsi fasilitas umum.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: edelweisnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top