MAKASSAR — Langit Sulawesi Selatan masih menunjukkan dinamika khas masa peralihan musim. BMKG merilis prakiraan cuaca untuk Minggu (17/5/2026) yang menyebutkan potensi hujan lokal hingga petir mengintai sejumlah kabupaten, terutama di daerah dataran tinggi.
Dua daerah yang perlu memasang "alarm cuaca" adalah Kabupaten Enrekang dan Pinrang. BMKG memprediksi hujan ringan hingga badai petir akan muncul pada sore sampai malam hari di wilayah pegunungan.
Suhu udara di Enrekang diperkirakan berada pada kisaran 23–29 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 97 persen. Kondisi udara yang sangat lembap ini membuat potensi hujan lebih mudah terbentuk.
Pinrang juga tak jauh berbeda. Titik-titik rawan di kawasan pegunungan disebut paling berpotensi diguyur hujan disertai petir.
Sementara itu, Kabupaten Sidenreng Rappang atau Sidrap diprakirakan mengalami cuaca berawan sejak siang. Hujan ringan masih mungkin turun di beberapa kecamatan pada sore hari.
Berbeda dengan Sidrap, langit Kabupaten Soppeng dan Wajo cenderung cerah berawan. Meski begitu, BMKG tetap mengingatkan adanya peluang hujan lokal yang bisa datang tiba-tiba menjelang petang.
Cuaca seperti ini disebut khas masa peralihan musim. Pagi terasa panas, siang mulai gerah, lalu sore mendadak hujan. BMKG menegaskan, perubahan cuaca di Sulawesi Selatan masih sangat dinamis dan bisa berubah dalam hitungan jam.
Pengendara diimbau membawa jas hujan saat bepergian. Petani dan nelayan juga diminta memperhatikan perkembangan cuaca terbaru sebelum beraktivitas. Aktivitas luar ruangan paling aman dilakukan pada pagi hingga menjelang siang hari.