PALOPO — Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) mencatatkan diri dalam jajaran perguruan tinggi swasta kompetitif di Indonesia Timur setelah berhasil meraih pendanaan hibah nasional dari Kemendiktisaintek. Total nilai hibah yang dikantongi mencapai Rp2.089.776.000 untuk puluhan program penelitian dan pengabdian masyarakat tahun anggaran 2026.
Penandatanganan kontrak hibah digelar di Aula E Kampus 1 UNCP, Senin (18/5/2026). Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNCP, Eka Pratiwi Tenriawaru, menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja kolektif para dosen dan dukungan penuh pimpinan universitas.
“Ini adalah capaian yang sangat luar biasa. Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan universitas atas dukungan besar terhadap pengembangan riset dan pengabdian,” ujarnya dalam sambutan.
Dari total pendanaan yang diperoleh, UNCP meloloskan 9 program Penelitian Fundamental Reguler (PFR), 2 program Penelitian Prototipe, dan 2 program Penelitian Dosen Pemula (PDP). Sementara di bidang pengabdian, kampus ini mendapatkan 1 program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) dan 12 program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Rektor UNCP, Sri Hastuty Saruman, menekankan bahwa hibah ini bukan sekadar prestasi institusi, melainkan amanah untuk menghasilkan inovasi yang solutif bagi masyarakat. “Perolehan hibah ini bukan hanya sekadar pencapaian personal, melainkan amanah besar untuk menghasilkan karya yang solutif dan berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Rektor mengingatkan para penerima hibah untuk menjalankan program sesuai aturan, tepat waktu, dan menghasilkan luaran berkualitas. Ia mendorong riset-riset yang lahir dari pendanaan ini mampu menjawab tantangan zaman dan memberi manfaat langsung bagi warga di sekitar kampus.
UNCP sendiri merupakan salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Palopo yang terus menggenjot kapasitas riset. Dengan capaian ini, kampus optimistis dapat memperkuat posisinya di peta riset nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.