SIDRAP — Warga Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, kini tak perlu lagi khawatir saat hendak mengangkut hasil pertanian ke pasar. Jembatan Merah Putih Armco yang dibangun Kodim 1420/Sidrap telah rampung dan langsung difungsikan sebagai akses utama lintas desa.
Jembatan ini dirancang khusus dengan material Armco yang dikenal kokoh dan tahan lama. Konstruksinya mampu menahan beban kendaraan pengangkut hasil bumi serta arus air deras yang kerap meluap di musim penghujan.
Kepala Desa Kanie, Abdul Majid, menyebut pembangunan ini sudah lama dinanti. Menurutnya, akses yang selama ini terputus saat hujan menyebabkan hasil pertanian sering terlambat sampai ke tangan pembeli.
“Dengan adanya jembatan ini, kami berharap mobilitas warga menjadi lebih lancar. Hasil pertanian dan produk warga bisa lebih mudah dibawa ke pasar, sehingga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Komandan Kodim 1420/Sidrap dalam pernyataannya.
Proses pembangunan tidak hanya melibatkan personel TNI. Warga setempat turut serta dalam pengerjaan proyek ini, sehingga membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat sekitar.
Selain memperlancar distribusi hasil pertanian, jembatan ini juga memudahkan akses warga menuju sekolah, puskesmas, dan fasilitas umum lainnya. Pihak Kodim memastikan kualitas konstruksi dijaga ketat agar jembatan aman digunakan dalam jangka panjang.
Masyarakat Desa Kanie menyambut gembira hadirnya jembatan ini. Mereka berkomitmen untuk ikut merawat dan menjaga fasilitas tersebut agar tetap bermanfaat bagi generasi mendatang.
Proyek ini menjadi bukti nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam mendukung ketersediaan infrastruktur yang memadai di wilayah pedesaan. Jembatan Merah Putih Armco kini berdiri sebagai simbol semangat persatuan dan pengabdian untuk memajukan kesejahteraan warga Sidrap.