SIDRAP — Kepastian itu disampaikan Fantry saat menerima audiensi Ketua PGRI Sidrap sekaligus Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, di Mapolres Sidrap, Rabu (20/5/2026) siang. Pertemuan itu digelar untuk mengoordinasikan pengamanan event yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di provinsi tersebut.
"Kegiatan berskala besar ini juga menjadi pertaruhan nama baik daerah dalam penyelenggaraan event tingkat provinsi," ujar Fantry dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (21/5/2026).
Fantry menegaskan, pengamanan tidak hanya difokuskan di Kecamatan Maritengngae sebagai pusat kegiatan. Jajaran Polsek di sejumlah kecamatan penyangga, seperti Panca Rijang, juga akan disiagakan.
"Informasi yang kami terima, tidak hanya Kecamatan Maritengngae yang dilibatkan, tetapi juga beberapa kecamatan penyangga. Seluruh jajaran Polsek akan kami siagakan untuk meng-cover wilayah masing-masing," imbuh alumnus Akademi Kepolisian tahun 2005 itu.
Tak hanya personel, Fantry juga mengimbau panitia dan masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian online 110. Layanan itu diharapkan bisa mempercepat respons jika terjadi insiden selama acara berlangsung.
"Bahkan tanpa diminta pun, pengamanan kegiatan sebesar ini sudah menjadi tanggung jawab kami," tegasnya.
Di tempat yang sama, Nurkanaah yang juga Ketua PGRI Sidrap mengucapkan terima kasih atas sambutan dan dukungan penuh dari Kapolres. Ia berharap koordinasi ini bisa menjadi modal utama kesuksesan Porsenijar 2026.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres dan jajarannya. Semoga kegiatan ini bisa berlangsung lancar dan sukses," tutur Nurkanaah.
Porsenijar PGRI merupakan agenda rutin yang mempertemukan guru-guru dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Sidrap sendiri ditunjuk sebagai tuan rumah untuk edisi 2026, sebuah amanah yang sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata dan budaya lokal Bumi Nene' Mallomo.